Cinta Tuhan, Rendah Hati, Jujur, dan Rajin

Latest

13 Maret, Tanggal Bersejarah


Tanggal 13 Maret 2010 harinya hari Sabtu, TUHAN membawa gereja ini kepada fase berikutnya. Dari kondisi menumpang kemudian memiliki tanah “perjanjian” untuk meletakkan “batu” peringatan sekaligus “batu dasar” pertumbuhan. Tuhan sendiri mengadakannya. Tuhan sendiri yang menunjukkannya. Dan Tuhan sendiri yang mencukupkannya. Di atas tanah perjanjian itu kini Tuhan mendirikan sebuah rumah bagi-Nya. Kami menyebutnya “rumah doa, rumah mujizat, dan rumah kesembuhan”!

Tanggal 13 Maret 2011, harinya hari Minggu, TUHAN membawa umat-Nya masuk ke rumah-Nya yang kudus. Di rumah doa, di rumah mujizat, dan di rumah kesembuhan itu ibadah perdana pun di mulai. Pujian, doa, ucapan syukur dinaikkan kepada Bapa di surga.

Tanggal 13 Maret adalah peristiwa penting bagi jemaat ini. Tanggal 13 Maret permulaan pemulihan itu. Tanggal 13 Maret adalah permulaan memasuki berbagai pengalaman dalam doa, mujizat, dan kesembuhan ilahi.

TUHAN YESUS yang memulai-Nya, TUHAN YESUS yang menyertai-Nya, dan TUHAN YESUS pula yang mengakhirinya kelak pada waktu kedatangan-Nya.

Rancangan Gedung Gereja Baru


It will be called home of prayers, home of healings, and home of miracles

 

 

Di dalam nama Tuhan Yesus, kami akan memulai pembangunan Rumah Tuhan ini. Mohon dukungan doanya. Dukungan dana dapat disalurkan ke nomor rekening BCA 7735000411 a/n HOTMAN GURNING.

In the name of Jesus Christ, we will start to build a “home” for our King. Please pray for us. You can donate at BCA 7735000411 HOTMAN GURNING.

DIMULAI DENGAN ROH SEHARUSNYA DIAKHIR DENGAN ROH


Galatia 3:1 Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu? 2 Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil? 3 Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging? 4 Sia-siakah semua yang telah kamu alami sebanyak itu? Masakan sia-sia!

Rasul Paulus menulis surat ini kepada jemaat di Galatia karena Rasul Paulus mendengar bahwa beberapa guru Yahudi mengacaukan orang yang baru dimenangkan di Galatia dipaksa melakukan hal-hal lain diluar iman kepada Yesus sebagai jalan keselamatan. Iman orang-orang yang baru bertobat di Galatia dikacaukan sehingga apa yang mereka mulai dengan Roh Tuhan sepertinya akan diakhiri dengan hal-hal yang bersifat daging. Rasul Paulus menuliskan sutau tegoran atau peringatan kepada jemaat itu dengan berkata: “Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging? Sia-siakah semua yang telah kamu alami sebanyak itu? Masakan sia-sia!”

Saya berpikir bahwa kita juga perlu waspada dengan hal ini. Banyak kali orang percaya memulai dengan Roh, dengan kasih, dengan penyerahan total, dengan pengabdian yang penuh cinta, dengan pengorbanan-pengorbanan yang murni, tetapi diakhir jalan iman, mereka menjadi mengendor sehingga kasih yang disebut kasih mula-mula, pengorbanan yang murni, pengabdian yang tulus itu menjadi pudar. Saya berharap hal ini tidak akan terjadi bagi kita jemaat GSJA “Bukit Sion Imanuel”. Apa yang sudah kita mulai dengan baik, yang kita mulai dengan Roh dalam perjalanan iman kita, haruslah terus dipertahankan sampai pada akhirnya. Diakhir perjalanan iman, kita semua harus dapat berkata seperti Rasul Paulus berkata dalam kitab 2 Timotius 4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. 8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Apa yang telah kita mulai bersama dengan Allah kita harus akhiri bersama dengan Allah juga. Apa yang kita sudah mulai dengan Roh, seharusnya kita akhiri dengan Roh juga. Mari kita ikrarkan ayat ini. Roma 8:38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, 39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

BAHAN RENUNGAN KKA – Bulan Sept. Minggu ke-3


Saudara-saudara peserta Kelompok Keluarga Allah (KKA) Gereja Sidang Jemaat Allah “Bukit Sion – Imanuel” Surakarta yang terkasih. Bahan Renungan KKA pada pertemuan hari ini adalah:

“MENJADI JEMAAT YANG BERTAHAN SAMPAI AKHIR”

Bacaan Firman Tuhan diambil dari Matius 24:13 Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.

Jemaat Tuhan yang saya kasihi dalam nama Tuhan Yesus. Inilah salah satu pesan Yesus kepada para murid dimasa-masa akhir dari pertemuan-Nya dengan mereka sebelum Yesus memasuki minggu sengsara-Nya. Ia bercakap-cakap dengan murid-muridNya di bukit Zaitun. Pokok yang mereka bicarakan adalah apakah tanda kedatangan Yesus yang kedua kali dan apakah tanda kesudahan dunia?” Yesus mengungkapkan berbagai tanda, inilah beberapa di antara tanda-tanda itu.

Matius 24:4 Jawab Yesus kepada mereka: “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! 5 Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang. 6 Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. 7 Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. 8 Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru. 9 Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku, 10 dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci. 11 Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. 12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.

Berbagai tanda-tanda itu menyiratkan bahwa menjelang kedatangan Yesus yang kedua kali dan menjelang kesudahan dunia ini “akan terjadi masa yang sukar”. Kalau demikian maka benar apa yang dikatakan Rasul Paulus kepada Timotius demikian ini. 2 Timotius 3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. 2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, 3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, 4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. 5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! 6 Sebab di antara mereka terdapat orang-orang yang menyelundup ke rumah orang lain dan menjerat perempuan-perempuan lemah yang sarat dengan dosa dan dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu, 7 yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran. 8 Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka menentang kebenaran. Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji. 9 Tetapi sudah pasti mereka tidak akan lebih maju, karena seperti dalam hal Yanes dan Yambres, kebodohan mereka pun akan nyata bagi semua orang.

Dengan demikian apakah yang harus kita lakukan? “BERTAHAN SAMPAI AKHIR”. Agar kita dapat bertahan sampai akhir apakah yang harus kita lakukan?

Yang pertama kitab 1 Petrus 4:7-11 mengatakan demikian: 7 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. 8 Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa. 9 Berilah tumpangan seorang akan yang lain dengan tidak bersungut-sungut. 10 Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah. 11 Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.

Yang kedua kitab Wahyu 3:10-13 berkata demikian: 10 Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi. 11 Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun mengambil mahkotamu. 12 Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru. 13 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.” YM.

PASKAH


Goresan Pena Gembala | 03 April 2011 |

Kini kita telah tiba di bulan April. Bulan April, umumnya mengingatkan kita akan peristiwa PASKAH. Ada dua makna pentingdari PASKAH yaitu peringatan akan “pengorbanan Yesus” dan peringatan akan “kemenangan Yesus”! Berkaitan dengan itu maka tema kita di bulan April ini adalah “Bertumbuh menjadi seperti Yesus dalam pengorbanan dan kemenangan”!

Puncak pengorbanan Yesus adalah kala Yesus menyerahkan nyawanya secara sukarela sebagai tebusan bagi kita semua. Kitab Yohanes 10:11 berkata demikian: “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;”. Kemudian kitab Yesaya 53 menulis demikian ini; Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan? Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupa pun tidak, sehingga kita menginginkannya. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya. Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.

Kemenangan Yesus adalah kemenangan atas dosa dan kematian. Puncaknya adalah kala Yesus bangkit dari antara orang mati. Rasul Paulus menulis di 1 Korintus 15:55 demikian: “Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?” Sebagai orang percaya kita harus menang atas dosa dan atas kematian. Kita harus menjadi hamba kebenaran. Roma 6:18-19 berkata: “Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan.

Paskah di tahun 2011 ini hendaklah mengingatkan kita kepada dua hal ini: “Kita harus bertumbuh menjadi seperti Yesus dalam pengorbanan-pengorbanan ilahi dan berkemenangan seperti Yesus dalam kemenangan atas dosa dan kematian”! Tuhan memberkati.

KITA HARUS MEMULIAKAN TUHAN DENGAN HARTA KITA


BAHAN RENUNGAN KELOMPOK KELUARGA ALLAH (KKA) | 4-9 April 2011|

Saudara-saudara peserta Kelompok Keluarga Allah (KKA) Gereja Sidang Jemaat Allah “Bukit Sion – Imanuel” Surakarta yang terkasih. Bahan Renungan KKA pada pertemuan hari ini adalah:

“KITA HARUS MEMULIAKAN TUHAN DENGAN HARTA KITA”

Bacaan Kitab Suci diambil dari Amsal 3:9-10 “Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.”

Pergumulan hidup manusia yang paling sentral adalah menyangkut harta. Hampir tidak ada manusia di dunia ini yang tidak memperdulikan harta. Mereka boleh mengabaikan keselamatan, kedamaian, kebahagiaan, kesehatan mereka tetapi tidak akan pernah dapat mengabaikan urusan harta. Bagi banyak orang “harta” kadang-kadang menjelma seolah-olah “tuan” dan kadang-kadang menjelma seolah-olah “sorga”. Harta telah memperbudak banyak orang hingga mereka melupakan segala-galanya.

Dalam kitab-kitab Injil, Yesus mengajarkan banyak perumpamaan kepada murid-murid-Nya, salah satu dari perumpamaan itu adalah perumpamaan tentang seorang penabur. Demikian ditulis dalam kitab Markus 4:1-8. Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu. Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka: “Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat.”

Kemudian Yesus memberitahukan arti perumpamaan itu di ayat 13-20. Demikian ditulis di dalamnya. Lalu Ia berkata kepada mereka: “Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain? Penabur itu menaburkan firman. Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka. Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira, tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad. Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.”

Kalau kita tidak dapat memuliakan Tuhan dengan harta kita maka “kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain” akan masuk dalam pikiran dan hati kita kemudian menghimpit firman itu sehingga ia tidak berbuah. Kalau firman itu tidak berbuah maka kita tidak akan beroleh berkat. Kalau firman itu tidak berbuah maka kita tidak dapat menuai tiga puluh kali lipat, atau enam puluh kali lipat, atau seratus kali lipat. Hanya kalau firman itu berbuah maka kita menuai. Markus 4:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat.” Markus 4:20 Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.”

Yesus berkata dalam kitab Lukas  6:38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” – Banyak orang gagal diberkati Tuhan karena mereka gagal memuliakan Tuhan dengan hartanya. Mereka ingin diberkati Tuhan tetapi tidak ingin melakukan firman Tuhan. Firman Tuhan akan menjadi pengalaman jika kita melakukan. Hiduplah sesuai dengan Firman Tuhan maka engkau akan diberkati-Nya. Tuhan Yesus memberkati!

 

MENGUTAMAKAN ALLAH


2 Korintus 8:1-5; 5 Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.

Seharusnya demikianlah keputusan setiap orang percaya bahwa kita semua harus mengutamakan Tuhan. – Kegagalan Adam dan Hawa adalah karena mereka mengutamakan diri mereka sendiri. Di Taman Eden ada “Pohon Kehidupn” ada “Pohon-pohon berbiji”, dan memang ada “Pohon Pengetahuan yang baik dan jahat”.  Adam dan Hawa memilih pohon yang dilarang.

Tanda-tanda orang yang mengutamakan Tuhan

1. Dia selalu mendahulukan Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya.

Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

2. Dia tidak kuatir akan hari esok.

Matius 6: 34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.

3. Dengan kerelaan sendiri, ia dapat memberi lebih banyak dari yang diharapkan.

2Korintus 8:5 Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.

Contoh:  Musa. Ibrani 11:24  Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, 25  karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa. 26 Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah. 27  Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan.

Tanda orang yang TIDAK mengutamakan Tuhan.

1. Umumnya kikir atau pelit dan egois. 1Korintus 6:9-11

2. Mengasihi dunia dan mengutamakan keinginan daging. 1Yohanes 2:15-17; 2Timotius 3:1

 

Contoh: Yudas Iskariot. Yohanes 12:5  “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?” 6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

 

Upah bagi yang mengutamakan dan yang tidak mengutamakan TUHAN

Periksalah dalam Lukas 15:11–32, tentang anak yang hilang.

Upah bagi ‘Si Bungsu’ : 22  Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. 23  Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. 24  Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.

Upah Bagi ‘Si Sulung’ : 29  Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. 30  Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia. 31  Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. 32  Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.”

PERGI DAN BERTEKUN MEMBERITAKAN INJIL


Gereja harus pergi dan bertekun dalam pemberitaan Injil.

Tidak ada perintah sepenting memberitakan Injil dalam Alkitab. Gereja tidak boleh menolak untuk pergi, karena gereja yang menolak untuk  pergi adalah gereja yang tidak taat kepada Kristus – kepala-Nya sendiri. Gereja yang tidak taat adalah gereja yang sakit. Jika gereja sakit gereja tidak dapat bertumbuh dengan baik.

Matius 28:19-20: Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Markus 15:15-20: Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Yesus berkata bahwa setiap jemaat harus diajar untuk memberitakan Injil. Matius 28:20  dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Alkitab juga berkata: Tuhan akan turut bekerja meneguhkan firman dengan tanta-tanda heran dikala kita memberitakan Injil. Markus 16:20 Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya. Markus 16:17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, 18 mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” Jika orang percaya setia pergi dan bertekun dalam memberitakan Injil maka: Setan-setan akan diusir dalam nama Yesus, Umat Tuhan akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru, Umat Tuhan terhindar dari celaka sekalipun ada ular dan racun menyerang, Oleh penumpangan tangan orang percaya, orang sakit akan sembuh.

Tuhan Yesus juga berjanji akan menyertai hidup orang-orang yang memberitakan Injil selama-lamanya. Matius 28:20  dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Saudara-saudara! Kita harus bertekun dalam pemberitaan Injil. Sebab kitab Mazmur 126:5 Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. – Dalam sejarah gereja tercatat bahwa hanya dengan adanya orang-orang yang mau pergi dan bertekun dalam pemberitaan Injil maka jiwa-jiwa diselamatkan. I Nommensen pergi ke Sumatera dan telah memenangkan suku-suku Batak bagi Yesus. Alberth Kruyt pergi ke Sulawesi dan telah memenangkan suku-suku di Sulawesi bagi Yesus. Joseph Kam pergi ke Maluku – Ambon dan telah memenangkan suku-suku di Ambon bagi Yesus. Yesus menginginkan agar kita memberitakan kematian-Nya sampai Ia datang. 1 Korintus 11:23-26: Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!” Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!” Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.

Diawali dengan MANIS, Diakhiri dengan INDAH


Khotbah Ibadah Raya di GSJA Batu Tulis (Minggu, 28 Maret 2011)

Ada 3 tokoh yang sangat terkenal dalam sejarah perjalanan Israel dari Mesir ke Kanaa: Musa, Yosua, dan Kaleb. Kalau ketiga tokoh ini diurutkan dengan kebesaran nama-nya, demikianlah urutannya: Musa, Yosua, dan Kaleb.

Tetapi ketiganya memiliki catatan hidup yang berbeda:

  • Musa mengawali dengan “mujizat-spranatural” (Kel 3:2), tetapi mengahkiri dengan “kegagalan”. Ulangan 34:1-4
  • Yosua mengawali dengan “otoritas” (Bil 13:8; Yos 1:1-3), tetapi mengakhiri dengan “biasa-biasa”. Yosua 24:29-30
  • Kaleb mengawali dengan “manis”, dan mengakhiri dengan “indah”. Kaleb memulai sejarah hidupnya dengan indah waktu ia terpilih dari antara suku Yehuda dari antara kaumnya untuk mengintai tanah Kanaan, (Bilangan 13:6) dan Kaleb pun mengakhiri kisah hidupnya dengan indah kala Yosua menyerahkan Hebron kepadanya dan kepada keturunannya, Yosua 14:13-14; Habakuk 1:20.

Perjalanan hidup Kaleb ini saya sebut “diawali dengan indah, diakhiri dengan manis”. Tidak banyak yang seperti Kaleb. Adam, Abraham, Daud, Saul, Salomo, tidak seindah Kaleb.

Ada beberapa sebab mengapa Kaleb dapat mengakhiri hidupnya demikian:

1. Kaleb konsisten membangun iman dan pandangannya kepada TUHAN dan perjanjian-Nya.

Yosua 14: 12  Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu. Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan TUHAN.” 13  Lalu Yosua memberkati Kaleb bin Yefune, dan diberikannyalah Hebron kepadanya menjadi milik pusakanya.

Cf: Bil 14:6  Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan pakaiannya, 7  dan berkata kepada segenap umat Israel: “Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. 8 Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.

2. Kaleb konsisten mengobarkan semua kekuatannya mengikuti pimpinan TUHAN.

Yosua 14:10  Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini; 11  pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk.

Cf: Bil 14:9 Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka.”

3. Kaleb konsisten menjaga pengabdian hatinya kepada TUHAN.

Yosua 14:12  Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu. Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan TUHAN.” 13 Lalu Yosua memberkati Kaleb bin Yefune, dan diberikannyalah Hebron kepadanya menjadi milik pusakanya. 14 Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, sampai sekarang ini, karena ia tetap mengikuti TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati. 15  Nama Hebron dahulu ialah Kiryat-Arba; Arba ialah orang yang paling besar di antara orang Enak. Dan amanlah negeri itu, berhenti berperang.

Cf: Bil 14:24  Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.