Cinta Tuhan, Rendah Hati, Jujur, dan Rajin

Khotbah Ibadah Raya

Diawali dengan MANIS, Diakhiri dengan INDAH


Khotbah Ibadah Raya di GSJA Batu Tulis (Minggu, 28 Maret 2011)

Ada 3 tokoh yang sangat terkenal dalam sejarah perjalanan Israel dari Mesir ke Kanaa: Musa, Yosua, dan Kaleb. Kalau ketiga tokoh ini diurutkan dengan kebesaran nama-nya, demikianlah urutannya: Musa, Yosua, dan Kaleb.

Tetapi ketiganya memiliki catatan hidup yang berbeda:

  • Musa mengawali dengan “mujizat-spranatural” (Kel 3:2), tetapi mengahkiri dengan “kegagalan”. Ulangan 34:1-4
  • Yosua mengawali dengan “otoritas” (Bil 13:8; Yos 1:1-3), tetapi mengakhiri dengan “biasa-biasa”. Yosua 24:29-30
  • Kaleb mengawali dengan “manis”, dan mengakhiri dengan “indah”. Kaleb memulai sejarah hidupnya dengan indah waktu ia terpilih dari antara suku Yehuda dari antara kaumnya untuk mengintai tanah Kanaan, (Bilangan 13:6) dan Kaleb pun mengakhiri kisah hidupnya dengan indah kala Yosua menyerahkan Hebron kepadanya dan kepada keturunannya, Yosua 14:13-14; Habakuk 1:20.

Perjalanan hidup Kaleb ini saya sebut “diawali dengan indah, diakhiri dengan manis”. Tidak banyak yang seperti Kaleb. Adam, Abraham, Daud, Saul, Salomo, tidak seindah Kaleb.

Ada beberapa sebab mengapa Kaleb dapat mengakhiri hidupnya demikian:

1. Kaleb konsisten membangun iman dan pandangannya kepada TUHAN dan perjanjian-Nya.

Yosua 14: 12  Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu. Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan TUHAN.” 13  Lalu Yosua memberkati Kaleb bin Yefune, dan diberikannyalah Hebron kepadanya menjadi milik pusakanya.

Cf: Bil 14:6  Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan pakaiannya, 7  dan berkata kepada segenap umat Israel: “Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. 8 Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.

2. Kaleb konsisten mengobarkan semua kekuatannya mengikuti pimpinan TUHAN.

Yosua 14:10  Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini; 11  pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk.

Cf: Bil 14:9 Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka.”

3. Kaleb konsisten menjaga pengabdian hatinya kepada TUHAN.

Yosua 14:12  Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu. Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan TUHAN.” 13 Lalu Yosua memberkati Kaleb bin Yefune, dan diberikannyalah Hebron kepadanya menjadi milik pusakanya. 14 Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, sampai sekarang ini, karena ia tetap mengikuti TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati. 15  Nama Hebron dahulu ialah Kiryat-Arba; Arba ialah orang yang paling besar di antara orang Enak. Dan amanlah negeri itu, berhenti berperang.

Cf: Bil 14:24  Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya.


JANGAN TAKUT DAN JANGAN TAWAR HATI !


Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 20 Maret 2011)

Bilangan 13-14

Yosua dan Kaleb hidup dalam perjanjian Allah. Itulah sebabnya dari semua bangsa Israel yang berangkat Mesir ke Kanaan hanya mereka berdua yang sampai. Rahasianya adalah karena mereka hidup dalam perjanjian Allah.

Hal-hal yang dilakukan Yosua dan Kaleb:

1. Dikala SEMUA umat Israel menggerutu dengan mengatakan banyak hal, Yosua dan Kaleb tetap pegang janji Allah, Bilangan 13:27-30.

2. Dikala SEMUA umat Israel tidak mau maju, Yosua dan Kaleb memilih tetap maju, ay. Bilangan 13:31-33.

3. Dikala SEMUA umat Israel memilih ingin “melawan, memberontak”, Yosua dan Kaleb tetap setia kepada TUHAN dan Musa, Bilangan 14:1-4. Matius 24:13.(setia smpai akhir)

4. Dikala SEMUA umta Israel memilih menggunakan penglihatan jasmani, Yosua dan Kaleb memilih menggunakan penglihatan rohani dan pegang janji Allah, Bilangan 14:5-10; 24


Bersyukurlah kepada TUHAN sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.


Khotbah Kebaktian Perdana di Gedung GSJA Bukit Sion – Imanuel

(Minggu 13 Maret 2011 – Ulang Tahun Pemulihan)

Mazmur 136:1 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 2  Bersyukurlah kepada Allah segala allah! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 3  Bersyukurlah kepada Tuhan segala tuhan! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 4  Kepada Dia yang seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Ada 3 hal yang olehnya kita harus bersyukur kepada TUHAN hari ini:

1. Maut telah ditelan dalam kemenangan.

Hari Minggu, 11 Februari 2007 ibadah terakhir kita di Dipotrunan Tipes Surakarta, peristiwa itu seperti ditelan maut.

1 Korintus 15:54  Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: “Maut telah ditelan dalam kemenangan. 55  Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?”

Dia tidak pernah gagal, umat-Nya juga tidak akan pernah gagal. Tidak ada yang dapat mengalahkan orang-orang yang menaruh pengaharapan kepada Dia. Yang mengabdi siang dan malam bagi Dia.

2. Oleh Roh TUHAN “Gunung yang besar” itu telah atau hampir menjadi tanah rata.

Hari Selasa, 7 Juni 2010 kita memulai pembangunan ini, itu “seperti gunung yang besar” – TETAPI Oleh Roh TUHAN  “gunung yang besar” itu telah – hampir menjadi tanah rata.

Zakharia 4:6 Maka berbicaralah ia, katanya: “Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam. 7 Siapakah engkau, gunung yang besar? Di depan Zerubabel engkau menjadi tanah rata. Ia akan mengangkat batu utama, sedang orang bersorak: Bagus! Bagus sekali batu itu!” 8  Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, demikian: 9  “Tangan Zerubabel telah meletakkan dasar Rumah ini, dan tangannya juga akan menyelesaikannya. Maka kamu akan mengetahui, bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku kepadamu. 10  Sebab siapa yang memandang hina hari peristiwa-peristiwa yang kecil, mereka akan bersukaria melihat batu pilihan di tangan Zerubabel. Yang tujuh ini adalah mata TUHAN, yang menjelajah seluruh bumi.”

Zerubabel – Bupati Yehuda dan Yosua – Imam Besar menghadapi “suatu gunung yang besar”:

  • Orang-orang Samaria menolak ikut dalam pembangunan
  • Sokongan moril tidak ada, sebab bangsa Yehuda acuh tak acuh.
  • Uang tidak ada.

Tetapi tepat pada tahun 516 SM pembangunan Bait Suci pun selesai.

3. Kini TUHAN memberikan kita rumah doa, rumah kesembuhan, dan rumah mujizat.

Hari Sabtu, 13 Maret 2010 TUHAN memberikan tempat ini kepada kita: Suatu pemberian ilahi – Pemberian untuk Pemulihan!

Waktu Tuhan memberikan Rumah TUHAN bagi Salomo, inilah kata Salomo:

Rumah Doa:

2Tawarikh 6:20  Kiranya mata-Mu terbuka terhadap rumah ini, siang dan malam, terhadap tempat yang Kaukatakan akan menjadi kediaman nama-Mu—dengarkanlah doa yang hamba-Mu panjatkan di tempat ini. 21  Dan dengarkanlah permohonan hamba-Mu dan umat-Mu Israel yang mereka panjatkan di tempat ini; bahwa Engkau juga yang mendengarnya dari tempat kediaman-Mu, dari sorga; dan apabila Engkau mendengarnya, maka Engkau akan mengampuni. 22  Jika seseorang telah berdosa kepada temannya, lalu diwajibkan mengangkat sumpah dengan mengutuk dirinya, dan ia datang bersumpah ke depan mezbah-Mu di dalam rumah ini, 23  maka Engkaupun hendaklah mendengar dari sorga dan bertindak serta mengadili hamba-hamba-Mu, yakni membalas perbuatan orang bersalah dengan menanggungkannya kepada orang itu sendiri, tetapi membenarkan orang yang benar dengan membalaskan kepadanya sesuai dengan kebenarannya.

Rumah Kesembuhan:

2Tawarikh 6:24 Apabila umat-Mu Israel terpukul kalah oleh musuhnya karena mereka berdosa kepada-Mu, kemudian mereka berbalik dan mengakui nama-Mu, dan mereka berdoa dan memohon di hadapan-Mu di rumah ini, 25 maka Engkaupun kiranya mendengar dari sorga dan mengampuni dosa umat-Mu Israel dan mengembalikan mereka ke tanah yang telah Kauberikan kepada mereka dan nenek moyang mereka. 26 Apabila langit tertutup, sehingga tidak ada hujan, sebab mereka berdosa kepada-Mu, lalu mereka berdoa di tempat ini dan mengakui nama-Mu dan mereka berbalik dari dosanya, sebab Engkau telah menindas mereka, 27 maka Engkaupun kiranya mendengarkannya di sorga dan mengampuni dosa hamba-hamba-Mu, umat-Mu Israel, —karena Engkaulah yang menunjukkan kepada mereka jalan yang baik yang harus mereka jalani—dan Engkau kiranya memberikan hujan kepada tanah-Mu yang telah Kauberikan kepada umat-Mu menjadi milik pusaka. 28 Apabila ada kelaparan di negeri ini, apabila ada penyakit sampar, hama dan penyakit gandum, belalang dan belalang pelahap, apabila musuh menyesakkan mereka di salah satu kota mereka, apabila ada tulah atau penyakit apapun, 29 lalu seseorang atau segenap umat-Mu Israel memanjatkan doa dan permohonan di rumah ini dengan menadahkan tangannya—karena mereka masing-masing mengenal tulahnya dan penderitaannya sendiri— 30 maka Engkaupun kiranya mendengar dari sorga, tempat kediaman-Mu yang tetap, dan kiranya Engkau mengampuni, dan membalas kepada setiap orang sesuai dengan segala perbuatannya, karena Engkau mengenal hatinya—sebab Engkau sajalah yang mengenal hati anak-anak manusia, — 31 supaya mereka takut akan Engkau dan mengikuti segala jalan yang Engkau tunjukkan selama mereka hidup di atas tanah yang telah Kauberikan kepada nenek moyang kami. 32  Juga apabila seorang asing, yang tidak termasuk umat-Mu Israel, datang dari negeri jauh oleh karena nama-Mu yang besar, tangan-Mu yang kuat dan lengan-Mu yang teracung, dan ia datang berdoa di rumah ini, 33 maka Engkaupun kiranya mendengar dari sorga, dari tempat kediaman-Mu yang tetap, dan kiranya Engkau bertindak sesuai dengan segala yang diserukan kepada-Mu oleh orang asing itu, supaya segala bangsa di bumi mengenal nama-Mu, sehingga mereka takut akan Engkau sama seperti umat-Mu Israel, dan sehingga mereka tahu, bahwa nama-Mu telah diserukan atas rumah yang telah kudirikan ini.

Rumah Mujizat:

2Tawarikh 6:34 Apabila umat-Mu keluar untuk berperang melawan musuh-musuhnya, ke arah manapun Engkau menyuruh mereka, dan apabila mereka berdoa kepada-Mu dengan berkiblat ke kota yang telah Kaupilih ini dan ke rumah yang telah kudirikan bagi nama-Mu, 35 maka Engkau kiranya mendengar dari sorga doa dan permohonan mereka dan Engkau kiranya memberikan keadilan kepada mereka. 36 Apabila mereka berdosa kepada-Mu—karena tidak ada manusia yang tidak berdosa—dan Engkau murka kepada mereka dan menyerahkan mereka kepada musuh, sehingga mereka diangkut tertawan ke negeri yang jauh atau yang dekat, 37 dan apabila mereka sadar kembali dalam hatinya di negeri tempat mereka tertawan, dan mereka berbalik, dan memohon kepada-Mu di negeri tempat mereka tertawan, dengan berkata: Kami telah berdosa, bersalah, dan berbuat fasik, 38  apabila mereka berbalik kepada-Mu dengan segenap hatinya dan dengan segenap jiwanya di negeri orang-orang yang mengangkut mereka tertawan, dan apabila mereka berdoa kepada-Mu dengan berkiblat ke negeri mereka yang telah Kauberikan kepada nenek moyang mereka, ke kota yang telah Kaupilih dan ke rumah yang telah kudirikan bagi nama-Mu, 39 maka Engkau kiranya mendengarkan dari sorga, dari tempat kediaman-Mu yang tetap, kepada doa dan segala permohonan mereka dan kiranya Engkau memberikan keadilan kepada mereka, dan Engkau kiranya mengampuni umat-Mu yang telah berdosa kepada-Mu. 40 Sebab itu, ya Allahku, kiranya mata-Mu terbuka dan telinga-Mu menaruh perhatian kepada doa yang dipanjatkan di tempat ini. 41 Dan sekarang, bangunlah ya TUHAN Allah, dan pergilah ke tempat perhentian-Mu, Engkau serta tabut kekuatan-Mu! Kiranya, ya TUHAN Allah, imam-imam-Mu berpakaian keselamatan, dan orang-orang yang Kaukasihi bersukacita karena kebaikan-Mu. 42 Ya TUHAN Allah, janganlah Engkau menolak orang yang telah Kauurapi, ingatlah akan segala kasih setia-Mu kepada Daud, hamba-Mu itu.”


HIDUP DALAM PERJANJIAN ALLAH


Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 6 Maret 2011)

Daud meminta Tuhan menepati janji-Nya:

1Taw 17:23  Dan sekarang, ya TUHAN, diteguhkanlah untuk selama-lamanya janji yang Kauucapkan mengenai hamba-Mu ini dan mengenai keluarganya dan lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu.

Daud menagih janji Tuhan:

2Sam 7:25  Dan sekarang, ya TUHAN Allah, tepatilah untuk selama-lamanya janji yang Kauucapkan mengenai hamba-Mu ini dan mengenai keluarganya dan lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu.

Daud mengingatkan janji Tuhan kedapa keturunannya Salomo:

1Raj 2:4  dan supaya TUHAN menepati janji yang diucapkan-Nya tentang aku, yakni: Jika anak-anakmu laki-laki tetap hidup di hadapan-Ku dengan setia, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa, maka keturunanmu takkan terputus dari takhta kerajaan Israel.

Daud menyaksikan  kepada banyak orang tentang kebenaran janji Tuhan:

Mzm 12::7 Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.

Mzm 18:31 Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; janji TUHAN adalah murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.

Salomo merayakan janji Tuhan:

1Raj 8:20  Jadi TUHAN telah menepati janji yang telah diucapkan-Nya; aku telah bangkit menggantikan Daud, ayahku, dan telah duduk di atas takhta kerajaan Israel, seperti yang difirmankan TUHAN: aku telah mendirikan rumah ini untuk nama TUHAN, Allah Israel,

Salomo meminta peneguhan janji Tuhan:

2Taw 1:9  Maka sekarang, ya TUHAN Allah, tunjukkanlah keteguhan janji-Mu kepada Daud, ayahku, sebab Engkaulah yang telah mengangkat aku menjadi raja atas suatu bangsa yang banyaknya seperti debu tanah.

Nehemia berdoa dengan berkata:

Nehemia 1:4  Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit, 5 kataku: “Ya, TUHAN, Allah semesta langit, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan tetap mengikuti perintah-perintah-Nya, 6 berilah telinga-Mu dan bukalah mata-Mu dan dengarkanlah doa hamba-Mu yang sekarang kupanjatkan ke hadirat-Mu siang dan malam bagi orang Israel, hamba-hamba-Mu itu, dengan mengaku segala dosa yang kami orang Israel telah lakukan terhadap-Mu. Juga aku dan kaum keluargaku telah berbuat dosa. 7  Kami telah sangat bersalah terhadap-Mu dan tidak mengikuti perintah-perintah, ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan yang telah Kauperintahkan kepada Musa, hamba-Mu itu. 8  Ingatlah akan firman yang Kaupesan kepada Musa, hamba-Mu itu, yakni: Bila kamu berubah setia, kamu akan Kucerai-beraikan di antara bangsa-bangsa. 9  Tetapi, bila kamu berbalik kepada-Ku dan tetap mengikuti perintah-perintah-serta melakukannya, maka sekalipun orang-orang buanganmu ada di ujung langit, akan Kukumpulkan mereka kembali dan Kubawa ke tempat yang telah Kupilih untuk membuat nama-Ku diam di sana.

Petrus juga mengatakan keyakinannya tentang janji Tuhan:

2Ptr 3:9  Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

JANJI TUHAN BAGI KITA DI MINGGU PERTAMA BULAN MARET 2011 INI.

“Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau Dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau!”

Ibrani 13:5  Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” 6  Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: “Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” 7  Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka. 8 Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.

Membiarkan = Aniemi = melepaskan; menunda pertolongan; mengurangi, menghentikan kasih; kondisi padang gurun

Meninggalkan = egkataleipo = mengabaikan; melupakan.

Ayat ini dapat berarti:

“Aku sekali-kali tidak akan melepaskan engkau.

“Aku sekali-kali tidak akan menundan pertolongan bagi engkau.

“Aku sekali-kali tidak akan mengurangi pertolongan bagi engkau.

“Aku sekali-kali tidak akan menghentikan kasih bagi engkau.

“Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau seperti kondisi padang gurun.

“Aku sekali-kali tidak akan mengabaikan engkau.

“Aku sekali-kali tidak akan melupakan engkau.

Rahasia keberhasilan umat Tuhan adalah karena TUHAN menyertai.

Yusuf: Kej 39:2  Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu. Kej 39:21  Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu. Kej 39:23  Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.

Daud: 1Sam 18:14  Daud berhasil di segala perjalanannya, sebab TUHAN menyertai dia.

Israel: Ulangan 2:7  Sebab TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala pekerjaan tanganmu. Ia memperhatikan perjalananmu melalui padang gurun yang besar ini; keempat puluh tahun ini TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, dan engkau tidak kekurangan apapun.

Yosua: Yos 1:9  Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.” Yos 1:17  sama seperti kami mendengarkan perintah Musa, demikianlah kami akan mendengarkan perintahmu. Hanya, TUHAN, Allahmu, kiranya menyertai engkau, seperti Ia menyertai Musa. Yos 3:7  Dan TUHAN berfirman kepada Yosua: “Pada hari inilah Aku mulai membesarkan namamu di mata seluruh orang Israel, supaya mereka tahu, bahwa seperti dahulu Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau.

Hanya karena Tuhan menyertai kita dan pelayanan in i maka kita bisa membawa orang percaya kepada Yesus.

Kisah Para rasul 11:21  Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan.


Tuhan akan berperang untuk kamu


Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 21 November 2010)

Baca : Keluaran 14

Banyak hal yang kita tidak dapat pahami kala kita mengikut Yesus (Roma 11:22-26). Sulit untuk mengerti keputusan-keputusan Tuhan. Sungguh sulit untuk menyelami jalan-jalan-Nya (Keluaran 14:1-4, 10-12).

Pelajaran rohani dari Keluaran 14:

  1. Dalam keadaan apapun seharusnya kita dapat MENDENGAR suara Tuhan (Keluaran 14:13).
  2. Dalam keadaan apapun seharusnya kita dapat BERDIRI di dalam TUHAN (Keluaran 14:13; 1 Korintus 15:58).
  3. Dalam keadaan apapun seharusnya kita dapat MELIHAT keselamatan dari TUHAN (Keluaran 14:13).
  4. Dalam keadaan apapun seharusnya kita dapat DIAM di kaki TUHAN (Keluaran 14:14)

– Pdt. Hotman Gurning, M.Th. –


Berjalan di bawah tangan Tuhan yang kuat


Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 14 November 2010)

Baca : Keluaran 13:21-22; 1 Korintus 10:1-5

Perjalanan bangsa Israel di padang gurun adalah perjalanan yang sangat berharga bagi perjalanan rohani anak-anak Tuhan sepanjang sejarah. Apa yang dialami bangsa Israel bersama Tuhan sepanjang perjalanan itu patut direnungkan dengan sungguh-sungguh. Ingatlah ini: SELURUH PERJALANAN YANG KITA JALANI DI DALAM YESUS ADALAH PERJALANAN YANG DIPIMPIN OLEH TANGAN TUHAN YANG KUAT.

Kalau demikian apa yang harus kita perbuat atas semua ini?

  1. Peringatilah itu (Keluaran 13:3)
  2. Beritahukan itu kepada anak-anakmu (Keluaran 13:8)
  3. Jadikan itu menjadi tanda bagimu (Keluaran 13:9,16)
  4. Persembahkanlah sesuatu kepada-Nya (Keluaran 13:12)

– Pdt. Hotman Gurning, M.Th. –


Gambaran perjalanan umat Tuhan sepanjang masa


Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 7 November 2010)

Bahan : Keluaran 3:1-22

Kitab Keluaran adalah kitab yang menggambarkan perjalanan umat Tuhan sepanjang masa. Beberapa prinsipnya antara lain:

  • Keluaran 3:7 ->> Mesir adalah gambaran dunia ini. Selama umat Tuhan berada di Mesir, kehidupan mereka pasti sengsara. Sengsara secara jasmani atau sengsara secara rohani. Dan Tuhan mengetahui bagaimana keadaan umat Tuhan dalam perbudakan ini, Dia tahu kesengsaraan mereka.
  • Keluaran 3:8,17 ->> Hanya dengan keluar dari Mesir, umat Tuhan dapat menemukan negeri (kehidupan) yang baik.
  • Keluaran 3:9-10 ->> Sebagaimana Tuhan mengutus Musa bagi bangsa Israel, demikianlah Bapa di Surga mengutus Yesus bagi kita.
  • Keluaran 3:18-19 ->> Mesir tidak akan membiarkan umat Tuhan keluar, kecuali dipaksa oleh tangan Tuhan yang kuat. Kita tidak boleh lupakan ini: “Dunia tidak akan mudah melepaskan kita dari kungkungannya, pada waktu kita memilih keluar dari dunia ini dan pergi mengikut Yesus”.
  • Keluaran 3:20-22 ->> Kalau umat Tuhan mau: “Tuhan sendiri akan mengacungkan tangan-Nya untuk menolong”. Tuhan pasti akan memelihara umat-Nya dalam perjalanan rohani yang dijalaninya.

– Pdt. Hotman Gurning, M.Th. –


Dosa terlalu buruk akibatnya


Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 31 Oktober 2010)

Baca : Kejadian 3:1-24

Dosa terlalu buruk akibatnya, sebab:

  • Dosa selalu mendatangkan kutuk (Kejadian 3:14)
  • Dosa selalu mendatangkan permusuhan (Kejadian 3:15)
  • Dosa selalu mendatangkan penderitaan (Kejadian 3:16-19)
  • Dosa selalu mendatangkan pemisahan (Kejadian 3:23-24)

Ada 4 hal yang cenderung membuat manusia jatuh dalam dosa:

  • Keputusan yang salah (Kejadian 3:6)
  • Fokus yang salah (Kejadian 3:6)
  • Pendengaran yang salah (Kejadian 3:1)
  • Selera yang salah (Kejadian 3:6)

– Pdt. Hotman Gurning, M.Th –


Manusia diciptakan untuk hidup bahagia


Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 24 Oktober 2010)

Baca : Kejadian 2:1-25

Pada waktu TUHAN menciptakan taman di Eden dan di situlah ditempatkan-Nya manusia itu, terlihat dengan jelas bahwa TUHAN menghendaki manusia hidup bahagia sebab di taman Eden itu manusia dapat menemukan hal-hal berikut:

  1. Persekutuan dengan Allah (Kejadian 2:1-3)
  2. Segala yang diperlukannya — jasmani (Kejadian 2:9, 16-17)
  3. Teman hidupnya yang sepadan (Kejadian 2:18, 22-25)
  4. Otoritas atas segala ciptaan (Kejadian 2:19-20)

– Pdt. Hotman Gurning. M.Th –

 


Allah kita adalah Allah yang baik dan sempurna


Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 17 Oktober 2010)

Baca : Kejadian 1:1-30

Pelajaran ilahi dari kitab Kejadian akan menjadi pokok utama khotbah saya selama tiga minggu ini. Ada banyak yang patut dikhotbahkan dari pasal-pasal di kitab Kejadian, tetapi untuk mengawali khotbah ini, saya akan menjelaskan kepada kita semua tentang ALLAH YANG BAIK DAN SEMPURNA.

Mengapa pokok ini yang paling pertama dan utama, alasannya adalah di pasal satu TUHAN Allah menyatakan diri-Nya:

  • ALLAH YANG BERKUASA MENGUBAH YANG TIDAK BAIK MENJADI BAIK, YANG TIDAK ADA MENJADI ADA >> segala sesuatu ada dalam “kemahakuasaan” Allah.
  • ALLAH YANG SANGGUP MENYEDIAKAN APA YANG DIPERLUKAN MANUSIA DARI ABAD KE ABAD >> tidak ada satu pun keperluan manusia yang tidak tersedia dalam ciptaan-Nya.
  • ALLAH YANG BERKEHENDAK MENJADIKAN KITA SEGAMBAR DENGAN DIA >> TUHAN berkehendak menusia menjadi “seperti diri-Nya sendiri” bukan “seperti binatang”.
  • ALLAH YANG MENGATUR SEGALA HAL SESUAI DENGAN PRIORITAS-NYA >> TUHAN tahu mana yang pertama, mana yang kedua, mana yang ketiga.
  • ALLAH YANG MERENCANAKAN SEGALA SESUATU BAIK ADANYA, DAN BERAKHIR HINGGA AMAT BAIK ADANYA >> Tidak ada yang diciptakan TUHAN Allah yang tidak baik.

Bacalah kitab Kejadian pasal satu seluruhnya dan renungkanlah pokok-pokok di atas. Tuhan akan menyingkapkan kehendak-Nya bagi kita semua.

– Pdt. Hotman Gurning, M.Th. –


Beroleh berkat hingga waktu tidur


Khotbah Ibadar Raya (Minggu 10 Oktober 2010)

Baca : Mazmur 127:1-2

Jika seseorang yang dicintai Tuhan, pada waktu tidur pun, ia tetap diberkati Tuhan, maka JADILAH ORANG YANG DICINTAI TUHAN

Alkitab memberitahu: ada orang-orang yang dikasihi Tuhan lebih dari yang lain (Yohanes 20:2; 21:7,20)

Alkitab memberitahu: ada berkat bagi yang dikasihi Tuhan

  • Tuhan tidak akan meninggalkan orang yang dicintai-Nya (Mazmur 37:28)
  • Tuhan berbicara tentang damai kepada orang yang dicintai-Nya (Mazmur 85:9)
  • Tuhan memelihara nyawa orang yang dicintai-Nya (Mazmur 97:10)
  • Berharga bagi Tuhan, kematian orang yang dicintai-Nya (Mazmur 116:15)
  • Tuhan memberi ajaran bagi orang yang dicintai-Nya (Amsal 3:12; Ibrani 12:6)

Alkitab memberitahu: ciri-ciri orang yang dikasihi Tuhan

  • Mengejar kebenaran (Amsal 15:9)
  • Berusaha melakukan kehendak Tuhan (Amsal 15:9)
  • Setia kepada Tuhan (Mazmur 37:28)

– Pdt. Hotman Gurning, M.Th. –


Nasihat-nasihat penting di awal Oktober


Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 3 Oktober 2010)

1 Petrus 3:8-12

8 Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati, 9 dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. Sebab: 10 “Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu. 11 Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya. 12 Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat.”

Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat.

1 Petrus 4:7-11

7 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. 8 Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa. 9 Berilah tumpangan seorang akan yang lain dengan tidak bersungut-sungut. 10 Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah. 11 Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.

Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. Dalam terjemahan lain dikatakan “jadilah tertib”. Anak-anak Tuhan harus hidup tertib.

1 Petrus 5:6-11

6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. 7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. 8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 9 Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. 10 Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. 11 Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin.

Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

– Pdt. Hotman Gurning, M.Th. –


Hidup menurut hikmat dari atas


Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 26 September 2010)

Baca: Yahobus 3:13-18

Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat (Pengkhotbah 10:10)

Hikmat yang dari atas (surga) adalah:

  1. Murni (hagnos) = suci; bersih; sempurna; tak bercacat cela
  2. Pendamai (eirenikos) = suka damai; tenang; membawa kedamaian dan kebaikan
  3. Peramah (epiekes) = lembut; lemah lembut; penuh kemurahan; sabar; menjadi penengah; tepat waktu
  4. Penurut (eupeithes) = mudah diarahkan; mudah percaya
  5. Penuh belas kasihan (eleos) = murah hati
  6. Tidak memihak (adiakritos) = tidak membeda-bedakan; tidak pilih kasih
  7. Tidak munafik (anupokritos) = tidak menutupi sesuatu; tidak bermuka dua; tidak berpura-pura

Sedangkan hal yang berasal dari dunia, dari hawa nafsu, dan dari setan-setan:

  1. Perasaan iri hati = cemburu = sakit hati
  2. Mementingkan diri sendiri
  3. Memegahkan diri
  4. Berdusat melawan kebenaran = memutabalikkan berita yang benar dari Allah

Tetapi kalau kalian cemburu, sakit hati, dan mementingkan diri sendiri, janganlah membanggakan kebijaksanaan itu, karena dengan itu kalian memutarbalikkan berita yang benar dari Allah. Kebijaksanaan semacam itu tidak berasal dari surga. Ia berasal dari dunia, dari nafsu manusia, dan dari setan! Di mana ada cemburu dan sifat mementingkan diri sendiri, di situ juga terdapat kerusuhan dan segala macam perbuatan yang jahat. (Yakobus 3:14-16)

– Pdt. Hotman Gurning, M.Th. –


Berbuah bagi Yesus


Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 12 September 2010)

Baca: Yohanes 15:1-8,16

Berbuah bagi Yesus adalah suatu ketetapan — sebab yang tidak berbuah akan dipotongnya kemudian mengering – lalu dibuang – dan akhirnya dibakar (Matius 3:10; 7:19; 21:43).

Buah yang harus dihasilkan umat Tuhan

  1. Buah pertobatan (Matius 3:8)
  2. Buah Injil (Yohanes 15:16)
  3. Buah Roh — karakter (Roma 6:22)
  4. Buah tangan — persembahan persepuluhan dan persembahan khusus (Maleakhi 3:8-10; Yehezkiel 44:30)
  5. Buah bibir — pujian dan ucapan syukur (Mazmur 63:4-6; Ibrani 13:5)

– Pdt. Hotman Gurning, M.Th. –


Bercermin kepada pengalaman Paulus



Orang yang bertahan sampai kesudahannya akan selamat


Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 5 September 2010)

Baca : Matius 10:22; 24:13; Markus 13:13

Myles Munroe berkata: Iman kerajaan berkata upah diberikan setelah ujian dan iman kerajaan dimurnikan oleh ujian-ujian. Oleh sebab itu iman kerajaan tidak takut pada pencobaan-pencobaan, malahn menyerahkan masa depan kepada Tuhan.

Orang-orang Latin berkata: Kekirstenan adalah militia christis — kekristenan yang berjuang terus. Karena kekristenan adalah perjuangan, maka diperlukan “kemauan-kemauan” untuk bertahan sampai akhir.

Bertahan (Yunani: hupomone)=berlindung, tinggal tetap; tabah, ulet, tekun. Yesus menginginkan kita bertahan. Dalam perjuangan iman, kita harus bertahan sampai akhir agar kita “menuai” pada akhirnya.

– Pdt. Hotman Gurning, M.th. –


Melunakkan hati Tuhan


Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 29 Agustus 2010)

Baca: 1 Tawarikh 21:18-27

Dalam kitab Perjanjian Lama, tindakan melunakkan hati Tuhan, dapat kita jumpai berkali-kali. Sebab dalam kitab Perjanjian Lama, Allah berkali-kali murka terhadap umat-Nya karena dosa mereka. Dalam Perjanjian Lama, Allah menyatakan diri-Nya sebagai “Allah yang kudus”, maka setiap kali umat Tuhan melanggar kekudusan-Nya, Allah murka terhadap mereka. TINDAKAN YANG DAPAT MELUNAKKAN HATI TUHAN ADALAH DENGAN MENDIRIKAN MEZBAH BAGI TUHAN.

ADA BEBERAPA TINDAKAN LAIN YANG DAPAT MELUNAKKAN HATI TUHAN, YAITU:

  1. Berdoa dengan menyesal dan mengingatkan perjanjian Tuhan (Keluaran 32:11-14)
  2. Merendahkan diri dan berdoa (2 tawarikh 33:12-13)
  3. Melaksanakan hukum yang benar (Zakharia 7:2-3)
  4. Mengikuti umat Tuhan dan beribadah bersama (Zakharia 8:21)
  5. Mempersembahkan persembahan secara benar (Maleakhi 1:9)

– Pdt. Hotman Gurning, M.Th. –


Kebenaran ilahi dari Kana


Khotbah Ibadah Raya II (Minggu, 15 Agustus 2010)

Baca : Yohanes 2:1-10

Paling tidak ada 3 kebenaran ilahi dari perikop ini:

  1. Di mana saja Yesus hadir, maka di situ Yesus (akan selalu) melakukan perbuatan baik dan/atau perbuatan ajaib (Yohanes 2:1-4)
  2. Jika kita melakukan apa yang dikatakan-Nya, itulah yang akan menjadi persyaratan mutlak (baca: pemicu) terjadinya perbuatan baik dan/atau perbuatan ajaib Yesus (Yohanes 2:5-9)
  3. Semua hal yang ditaruhkan/diserahkan ke dalam tangan Yesus, akan selalu berakhir lebih baik (Yohanes 2:10-11)

Sekiranya kita dapat mempraktekkan apa-apa yang dilakukan pelayan-pelayan yang di Kana, maka berbagai pengalaman indah di dalam Yesus akan terjadi dalam hidup kita. Begitu banyak orang percaya sulit menaati Firman Allah karena seringkali Firman itu tidak sejalan dengan apa yang kita kehendaki. Terlalu sering jalan-jalan yang dibukakan Firman Tuhan berbeda dengan jalan-jalan yang kita oikirkan. Nasihat saya “tetaplah taat dan percaya!”.

– Pdt. Hotman Gurning, M.Th. –


Jika kita ingin melihat mujizat Tuhan


Khotbah Ibadah Raya I (Minggu, 15 Agustus 2010)

Baca : Yohanes 2:1-11

Jika kita ingin melihat mujizat, kebenaran-kebenaran berikut akan menolong kita:

#1 Kita harus menantikan waktu-Nya Tuhan (Yohanes 2:4)
Contoh: ketidaktaatan Abraham — Kejadian 15:1-6 — nubuatan Tuhan; kejadian 16:1-4, akibatnya Galatia 4:29. Jangan langar waktu-Nya, jika melanggar akan berdampak sampai ke keturunan. Waktunya Tuhan bukan waktunya kita. Ketika kita turut waktu-Nya, maka ada pertolongan dan tidak akan dipermalukan. Bandingkan dengan ketaatan Yusuf.

#2 Jangan terikat dengan tradisi (Yohanes 2:8)
Tuhan tidak suka melihat kita lebih terikat kepada tradisi, ketimbang terikat dengan Firman Tuhan.

#3 Milikilah iman yang benar (Yohanes 2:9-10)
Iman yang benar memiliki dasar, dasarnya adalah Firman Tuhan.

– Ibu Pdt. Linda (Lampung) –


Orang yang dapat dipercaya penting bagi Allah


Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 8 Agustus 2010)

Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus. Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain (2 Timotius 2:1-2)

Mengapa harus kedapatan menjadi hamba yang dapat dipercaya di hadapan Allah?

  • Tuhan mengangkat orang-orang yang dapat dipercaya (Keluaran 18:21)
  • Tuhan memakai orang-orang yang dapat dipercaya (1 Samuel 22:14; Nehemia 7:2)
  • Tuhan memberikan banyak berkat kepada orang-orang yang dapat dipercaya (Amsal 28:20)
  • Tuhan mempercayakan rahasia Allah kepada orang yang dapat dipercaya (1 Korintus 4:1-2)
  • Tuhan memakai orang yang dapat dipercaya untuk untuk menyampaikan pesan-pesan khusus (1 Petrus 5:12)

Dalam Alkitab, orang yang dapat dipercaya adalah:

  • Orang yang dibina dalam kebenaran dan sangat terikat kepada kebenaran itu
  • Orang yang jujur
  • Orang yang setia

– Pdt. Hotman Gurning, M.Th. –


Allah dapat memberkati kita dengan harta


Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 25 Juli 2010)

Benny Kurniawan:

Kehidupan saya diubahkan dan usaha saya diberkati sehingga bertumbuh pesat … Sejak saya melayani Tuhan, kehidupan saya dipulihkan dan Tuhan memberkati saya melimpah … saya melihat kemurahan Tuhan yang menyertai saya selalu

Ir. Ciputra:

Konsep ini mirip dengan konsep yang diperkenalkan untuk pertama kali oleh Velfredo Pareto, seorang ekonom Italia yang hidup di abad ke-19. Ia memperkenalkan hukum 80/20 yang kemudian kita kenal juga sebagai Prinsip Pareto. Ia mengatakan bahwa terdapat sejumlah hal kecil (20%) yang ternyata dapat memberikan dampak jauh lebih besar (80%). Semakin banyak talenta dan harta yang dipercayakan, sesungguhnya semakin besar tanggung jawab kita. Saya yakin para anggota dan aktivis Gereja telah mendapat berkat yang berlimpah dari Tuhan, oleh karena itu mari kita gumulkan panggilan spesifik masing-masing kita. Mari lakukan sesuatu yang bermakna bukan saja bagi komunitas kristiani tetapi juga bagi bangsa ini, bukan saja bagi masa kini tapi juga bagi masa depan. Kalau masing-masing kita melakukan bagian kita, tidak heran bila transformasi akan terjadi, dan jemaat menjadi alat TUHAN yang ajaib dalam membangun Indonesia Baru yang semarak dengan kemuliaan TUHAN.

Sementara, TUHAN Yesus sekitar 21 abad yang lalu sudah  menyampaikan ini dalam Lukas 16:10-13. Bila kita tidak dapat setia dengan penggunaan harta kita maka 3 hal yang akan kita alami:

(more…)


Tuhan menginginkan kita hidup dalam berkat-berkat-Nya


Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 18 Juli 2010)

Sejak permulaan zaman, Allah menempatkan manusia di taman Eden (Kejadian 2:8) sebagai bukti bahwa Tuhan menginginkan kita hidup dalam berkat-berkat-Nya. Setelah masa air bah, Tuhan berfirman dalam hati-Nya bahwa “tidak akan berhenti musim menabur dan menuai” (Kejadian 8:20-22). Waktu Tuhan Yesus naik ke sorga, Lukas 24:50-53 menuliskan bahwa Dia naik ke surga sambil meberkati murid-murid-Nya. Kebenaran itu juga diteguhkan dalam Yohanes 10:10.

Berkat-berkat itu akan kita peroleh dengan beberapa syarat:

  1. Kita harus memuliakan Dia dengan harta kita (Amsal 3:9-10)
  2. Kita tidak boleh menipu Tuhan (Maleakhi 3:7-10)
  3. Kita harus dapat menarik hati Tuhan dengan persembahan khusus (Yehezkiel 44:30)
  4. Kita harus menggunakan uang kita kepada yang mengenyangkan (Yesaya 55:1-7)
  5. Kita harus takut akan Tuhan (Mazmur 112:1-3)

Berkat-berkat yang kita sudah miliki juga masih bisa terampas kembali jika kita berbuat dosa (Yeremia 17:1-6).

– Pdt. Hotman Gurning, M.Th –


Tuhan menginginkan kita menjadi pekerja bagi-Nya


Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 11 Juli 2010)

Baca: Matius 9:35-38; Lukas 10:1-3

Pekerja-pekerja yang dikehendaki Tuhan adalah:

  1. Pekerja yang berhasil (Matius 25:15-18)
  2. Pekerja yang berbuah (Yohanes 15:16)
  3. Pekerja yang giat (1 Korintus 15:58)

Bagaimana menjadi pekerja yang berhasil, yang berbuah, dan yang giat bagi Tuhan?

  1. Keluaran 18:21-26 –> seorang bertugas memimpin seribu, seorang bertugas memimpin seratus, seorang bertugas memimpin lima puluh, seorang bertugas memimpin sepuluh
  2. Yohanes 21:15-17 –> tiap-tiap orang menggembalakan

– Pdt. Hotman Gurning, M.Th –


Allah Dapat Mengubah Perkabungan Menjadi Sukacita


Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 4 Juli 2010)

Yeremia 31:1-14
1  “Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan menjadi Allah segala kaum keluarga Israel dan mereka akan menjadi umat-Ku.
2  Beginilah firman TUHAN: Ia mendapat kasih karunia di padang gurun, yaitu bangsa yang terluput dari pedang itu! Israel berjalan mencari istirahat bagi dirinya!
3  Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.
4  Aku akan membangun engkau kembali, sehingga engkau dibangun, hai anak dara Israel! Engkau akan menghiasi dirimu kembali dengan rebana dan akan tampil dalam tari-tarian orang yang bersukaria.
5  Engkau akan membuat kebun anggur kembali di gunung-gunung Samaria; ya, orang-orang yang membuatnya akan memetik hasilnya pula.
6  Sungguh, akan datang harinya bahwa para penjaga akan berseru di gunung Efraim: Ayo, marilah kita naik ke Sion, kepada TUHAN, Allah kita!
7  Sebab beginilah firman TUHAN: Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah tentang pemimpin bangsa-bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: TUHAN telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel!
8  Sesungguhnya, Aku akan membawa mereka dari tanah utara dan akan mengumpulkan mereka dari ujung bumi; di antara mereka ada orang buta dan lumpuh, ada perempuan yang mengandung bersama-sama dengan perhimpunan yang melahirkan; dalam kumpulan besar mereka akan kembali ke mari!
9  Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku.
10  Dengarlah firman TUHAN, hai bangsa-bangsa, beritahukanlah itu di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala terhadap kawanan dombanya!
11  Sebab TUHAN telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat dari padanya.
12  Mereka akan datang bersorak-sorak di atas bukit Sion, muka mereka akan berseri-seri karena kebajikan TUHAN, karena gandum, anggur dan minyak, karena anak-anak kambing domba dan lembu sapi; hidup mereka akan seperti taman yang diairi baik-baik, mereka tidak akan kembali lagi merana.
13  Pada waktu itu anak-anak dara akan bersukaria menari beramai-ramai, orang-orang muda dan orang-orang tua akan bergembira. Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, akan menghibur mereka dan menyukakan mereka sesudah kedukaan mereka.
14  Aku akan memuaskan jiwa para imam dengan kelimpahan, dan umat-Ku akan menjadi kenyang dengan kebajikan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
Yesaya 9:1-6
1  Tetapi tidak selamanya akan ada kesuraman untuk negeri yang terimpit itu. Kalau dahulu TUHAN merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Ia akan memuliakan jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain.
2  Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.
3  Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan.
4  Sebab kuk yang menekannya dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian.
5  Sebab setiap sepatu tentara yang berderap-derap dan setiap jubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api.
6  Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
– Pdt. Hotman Gurning, M.Th.–

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.