Cinta Tuhan, Rendah Hati, Jujur, dan Rajin

Khotbah Ibadah Raya

Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan; sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti! #2


Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 27 Juni 2010)

“Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Dengan lagu: Alamot. Nyanyian. Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut; sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya. Sela” (Mazmur 46:1-4)

“Mazmur kaum Korah. Untuk pemimpin kor. Dengan lagu Alamot. Allah adalah perlindungan dan kekuatan kita; Ia selalu siap dan mampu menolong dalam kesesakan. Maka kita tidak takut, biarpun bumi bergoncang, dan gunung-gunung tenggelam ke dasar lautan; biar laut mengamuk dan bergelora, dan bukit-bukit gemetar oleh pukulannya.” (Mazmur 46:1-4 — BIS)

(more…)


Bertambah Dalam Kasih Mula-mula


Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 20 juni 2010)

Baca : Wahyu 2:1-7

Orang-orang Latin berkata kekristenan adalah perjuangan. Salah satu perjuangan dalam kekristenan adalah bertambah terus menerus dalam kasih mula-mula terhadap Tuhan. Kita harus berdoa agar kasih mula-mula kita tetap menyala dan bertambah-tambah dalam hati kita. Kita harus berdoa dan meminta agar Tuhan tidak memanggil itu dari hati kita. Wahyu 2:4 memberitahukan bahwa kita tidak boleh kehilangan kasih mula-mula.

Perikop bacaan di atas menjelaskan bahwa kita tidak boleh kehilangan kasih mula-mula. Setiap orang yang meninggalkan hubungan kasih mula-mulanya dengan Tuhan akan digoncangkan sampai mereka kembali ke tangan Allah yang keras namun penuh kasih dan kemurahan. Sesungguhnya Allah mencari orang-orang yang haus akan karakter-Nya dan hubungan yang lebih mendalam dengan-Nya — orang yang lebih mengejar kekudusan daripada kebahagiaan diri. Contoh: Yohanes 21:15-17 = Yang dipertanyakan Yesus kepada Petrus adalah apakah engkau mengasihi Aku. Saya yakin yang dipertanyakan Tuhan Yesus kepada kita setiap hari adalah apakah kita mengasihi Dia. Jika kita mengasihi Tuhan maka kita harus menggembalakan domba-domba-Nya Tuhan.

I. Kehilangan kasih mula-mula

Kalau kita kehilangan kasih mula-mula, 1 Korintus 13:1-3 memberitahukan kepada kita beberapa hal:

  1. Orang yang kehilangan kasih mula-mula: “Hidupnya seperti kosong”
  2. Orang yang kehilangan kasih mula-mula: “Hidupnya tidak berguna” (Matius 5:13)
  3. Orang yang kehilangan kasih mula-mula: “Apapun yang dilakukannya tidak mendatangkan faedah baginya”

II. Bertumbuh dalam kasih mula-mula

  1. Tuhan yang memimpin perjalanan hidup kita (Mazmur 23:3; 77:21; 78:72; 103:2; Ulangan 8:2; Yesaya 48:17)
  2. Tuhan yang memikul segala derita demi kebaikan kita (Ibrani 12:3; Mazmur 103:3-14; Yesaya 53:4-10)
  3. Tuhan yang selalu berbuat baik dan mengadakan mujizat bagi umat-Nya (1 Tawarikh 16:12; Nehemia 4:14)

– Pdt. Salome Nainggolan –


Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan; sebagai Penolong dalam kesesakan sangat terbukti


Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 13 Juni 2010)

Baca : Mazmur 46:1

Dalam Mazmur ini, kaum Korah menyatakan keyakinan dan pengalamannya di dalam Tuhan. Allah itu adalah perlindungan dan kekuatan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Ia adalah Allah yang selalu siap dan mampu menolong dalam kesesakan.

Ada banyak kisah yang dapat meneguhkan kebenaran ayat ini. Tetapi hari ini kita akan melihat kisah Elisa di dalam kitab 2 Raja-raja 6:8-7:20. Ada dua kisah dalam peristiwan ini. Pasal 6:8-23 mengisahkan tentang pengepungan yang dilakukan tentara Aram di kota Dotan untuk menangkap nabi Elisa, tetapi Tuhan menyuruh tentara-Nya untuk melindungi kota itu sehingga Elisa tidak berhasil ditangkap oleh tentara Aram. Bacalah kembali ayat-ayat itu!

Kemudian di pasal 6:24-7:20, ada kisah kelaparan di Samaria dan kelaparan ini tidak tanggung-tanggung hingga dua orang wanita bersepakat untuk bergantian menyerahkan anaknya untuk dimakan bersama demi mempertahankan kehidupan mereka. Di kedua kisag ini, Tuhan menyatakan diri-Nya sebagai: Allah perlindungan dan kekuatan; Allah yang selalu siap dan mampu menolong dalam kesesakan.

Kita harus mempercayai hal ini. Kita harus mempercayai bahwa tidak ada kuasa yang lebih besar dari kuasa Yesus di dalam kita. Kuasa Yesus melebihi segala-galanya. Dialah Raja di atas segala raja. Dialah yang berkuasa untuk mengalahkan segala kuasa dan kekuasaan apapun. Dialah perlindungan dan kekuatan yang tidak dapat goyah da digoyahkan. Nyanyian lama kita berbunyi demikian ini, “Batu Karang yang teguh, Engkau perlindunganku. Engkau tidak bergerak, di gelora pun tegak. Tuhan Yesus ku seru, tolong-tolong anak-Mu”.

“Demikianlah TUHAN adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan. “

– Pdt. Hotman Gurning, M.Th. –


Perlengkapan Senjata Allah (2)


Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 6 Juni 2010)

3. Kasut kerelaan memberitakan Injil

Kasut sebagai dasar kita berpijak untuk berperang. Kalau kita tidak memberitakan Injil, “kuasa” yang menyertai kita akan diambil. (Markus 16:20; Kisah Para Rasul 1:8)

4. Perisai iman

Kita harus percaya bahwa Allah berpihak kepada kita. Allah itu “Imanuel” bagi kita (Matius 1:23; 28:20).

5. Ketopong keselamatan

Ketopong keselamatan adalah perlindungan bagi pikiran kita (1 Korintus 2:16; 2 Korintus 3:14; 10:5; 11:3; Efesus 2:3; Filipi 2:5; 3:19; Titus 1:10).

6. Pedang Roh yaitu Firman Allah

Perkataan-perkataan kita tentang Firman Allah yang diilhami oleh Roh. Maka kita harus memperkatakan Firman Allah setiap hari (Yosua 1:8). Memperkatakan Firman Allah setiap hari adalah salah satu senjata rohani yang paling ampuh.

– Pdt. Hotman Gurning, M.Th. –


Perlengkapan Senjata Allah (1)


Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 30 Mei 2010)

Baca: Efesus 6:10-20

  1. Kita harus kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya (ay. 10)
  2. Kita harus mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah (ay. 11)
  3. Ada perjuangan kita melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan roh-roh jahat di udara (ay. 12)

Inilah seluruh perlengkapan senjata Allah:

1. Ikat pinggang kebenaran

Kita menguatkan seluruh hidup kita dalam kuasa Firman Allah dan kuasa darah Yesus. Kita mengikat pinggang dengan kebenaran. Kekuatan kita hanya pada kebenaran Allah. Dalam bahasa sederhana “kita hanya mengandalkan kebenaran”. (Roma 6:11; 1 Korintus 8:6: Mazmur 119:20,52,62,106,164,175)

2. Baju zirah keadilan

Baju zirah digunakan untuk menutupi dada. Maka maknanya adalah kita harus memiliki hati nurani yang bersih jika kita melawan iblis, sebab kalau tidak si iblis akan mendakwa kita. (Kisah Para Rasul 23:1,16; 1 Timotius 1:5; Ibrani 10:22; 1 Petrus 3:16).

bersambung …

– Pdt. Hotman Gurning, M.Th. –


Maksud Pentakosta


Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 23 Mei 2010)

Baca: Kisah Para Rasul 2:1-13

  1. Supaya gereja diperlengkapi dengan kuasa (Kisah Para Rasul 1:8)
  2. Supaya gereja menjadi pekerja yang efektif (Kisah Para Rasul 2:38-41,47)
  3. Supaya gereja terikat dalam kasih yang sempurna (Kisaj Para Rasul 2:41-47; 4:23-37)

Cara hidup seperti ini hanya ada di dalam gereja, karena pekerjaan Roh Kudus. Inilah yang membedakan gereja dengan komunitas apapun di dalam dunia ini. Gereja adalah kehidupan Yesus di dalam dunia. Kalau gereja sebagai perwujudan tubuh Kristus di dunia ini, maka bau harum kasih Yesus harus menjelma secara nyata di tengah-tengah gereja. Tidak boleh ada bau yang lain kecuali bau harum “kasih”. Gereja harus diikat oleh kasih yang sempurna.

Manifestasi kasih ini juga seharusnya nyata di rumah-rumah orang percaya. Rumah-rumah orang percaya seharusnya dihiasi oleh kasih Kristus setiap hari. Jika hal seperti ini yang mewarnai gereja, rumah orang percaya setiap hari, maka gereja akan menjadi kesukaan Allah dan kesukaan bagi banyak orang.

– Pdt. Hotman Gurning, M.Th. –


Kekuatan Keluarga Yang Terbesar


Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 16 Mei 2010)

Baca: Kejadian 2:18-24

Kekuatan keluarga yang terbesar adalah “kesatuan”. Bersatu berasal dari kata “dabaq” yang berarti: melekat, menempel, setia, bertahan pada, tinggal bersama.

  1. Keluarga harus bersatu sebab jika keluarga terpecah-pecah; pasti tidak dapat bertahan dan pasti runtuh. (Matius 12:25; Markus 3:25; Lukas 11:17)
  2. Keluarga harus bersatu supaya lahir keturunan ilahi (Maleakhi 2:15)
  3. Keluarga harus bersatu, sebab yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia — kalau diceraikan berarti melanggar kedaulatan Allah. (Matius 19:6; Markus 10:9)
  4. Keluarga Kristen tidak boleh hanya diikat oleh lembaga perkawinan semata tetapi tidak merupakan satu kesatuan (Daniel 2:43)

Bagaimana Alkitab menggambarkan kesatuan keluarga (suami-isteri)? Dalam Efesus 5:22-33, kesatuan keluarga (suami-isteri) dinyatakan seperti kesatuan Kristus dengan jemaat-Nya! Renungkanlah!

– Pdt. Hotman Gurning, M.Th. –


Pesan Utama dari Kenaikan Yesus Ke Surga


Khotbah Ibadah Kenaikan Tuhan Yesus (Kamis, 13 Mei 2010)

Kitab Injil secara sepakat membicarakan “Kenaikan Yesus ke Surga”. Masing-masing kitab menekankan hal berbeda dari pesan utama Tuhan Yesus sebelum kenaikan-Nya.

  1. Kitab Matius menekankan: “AMANAT AGUNG” bagi orang percaya (Matius 28:18-20)
  2. Kitab Markus menekankan: “OTORITAS” orang percaya (Markus 16:14-19)
  3. Kitab Lukas menekankan: “HAL MENANTIKAN ROH KUDUS” (Lukas 24:44-51)
  4. Kitab Yohanes menekankan: “TUHAN YESUS MENYEDIAKAN TEMPAT” (Yohanes 14:1-3)

– Pdt. Hotman Gurning, M.Th. –


Berdoa Sampai Roh Kudus Dicurahkan


Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 11 April 2010)

Baca: Yesaya 32:9-20

Hal-hal yang dilakukan untuk memperbaiki kehidupan:

  1. Gentarlah, hai perempuan-perempuan yang hidup aman, gemetarlah, hai perempuan-perempuan yang hidup tenteram, tanggalkanlah dan bukalah pakaianmu, kenakanlah kain kabung pada pinggangmu! (ay. 11)
  2. Ratapilah ladangmu yang permai, dan pohon anggurmu yang selalu berbuah lebat (ay. 12)
  3. Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas: Maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan (ay. 15)

Buahnya adalah:

  1. Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas: Maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan (ay. 15)
  2. Di padang gurun selalu akan berlaku keadilan dan di kebun buah-buahan akan tetap ada kebenaran (ay. 16)
  3. Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya (ay. 17)
  4. Bangsaku akan diam di tempat yang damai, di tempat tinggal yang tenteram di tempat peristirahatan yang aman (ay. 18)
  5. Berbahagialah kamu yang boleh menabur di segala tempat di mana terdapat air, yang dapat membiarkan sapi dan keledainya pergi ke mana-mana! (ay. 20)

Kehendak yesus adalah kita harus berdoa sampai Roh Kudus dicurahkan adalam kehidupan kita, dalam keluarga kita, dalam gereja kita, dan di atas bangsa kita. Roh Kudus datanglah dan kuasai kami. Amin

– Pdt. J. Hotman Gurning, M.Th. –


Berkat Perayaan paskah


Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 4 April 2010)

Paskah yang pertama adalah pembebasan bangsa Israel dari Mesir. Anak-anak sulung orang Mesir dibunuh, tetapi pintu-pintu rumah orang Ibrani “dilewati”. Peristiwa ini diperingati dengan mengadakan perjamuan Paskah di mana para peserta “makan Paskah” yaitu “korban Paskah” atau anak domba Paskah (Keluaran 12:23-28; 43-51). Dalam Perjanjian Baru, Yesus Kristus disebut “anak domba Paskah” (1 Korintus 5:7), atau anak domba yang disembelih (Wahyu 5:6). Untuk jemaat purba, Paskah mendapat isi baru yaitu perayaan kebangkitan Yesus.

Berkat Perayaan Paskah

  1. Perayaan pembebasan (Keluaran 12:23-28;  43-51)
  2. Perayaan kebangkitan Yesus (1 Korintus 15;16-23)

Berkat Perayaan Paskah dalam Perjanjian Lama dapat disimpulkan:

  1. Berkat kelepasan dari maut
  2. Berkat kelepasan untuk seisi rumah
  3. Berkat kelepasam yang bersifat kekal

Berkat Perayaan Paskah dalam Perjanjian Baru dapat disimpulkan: hanya oleh kebangkitan Yesus ada kepastian (Roma 1:4; 1 Petrus 1:3)

  1. Kebangkitan dari antara orang mati
  2. Ada pengharapan setelah kehidupan kini
  3. Alkitab benar adanya

– Pdt. Hotman Gurning, M.Th. –


Peringatan Terakhir Yesus (2)


Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 14 Maret 2010)

Baca: Lukas 19:12-13; Yohanes 9:4; Matius 25:14-30

BERUSAHALAN SAMPAI YESUS DATANG KEMBALI. Berdagang(lah) sampai aku datang kembali. Itulah peringatan terakhir Yesus.

APA YANG TERUTAMA HARUS KITA USAHAKAN?

  1. Memperlengkapi jemaat Tuhan (Efesus 4:11-15; 2 Petrus 3:11-15)
  2. Menyelamatkan jiwa sebanyak-banyak-Nya bagi Yesus (Kisah Para rasul 1:6-9)
  3. Menyemangati dan menguatkan jemaat bagi Yesus (Ibrani 10:24-25; Ibrani 3:13; Kolose 1:27-29)

–Pdt. J.H. Gurning–


Peringatan Yesus Terakhir


Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 14 Maret 2010)

Mengakhiri semua nasihat-Nya, pengajaran-Nya, pernyataan-pernyataan ilahi-Nya, Yesus menyatakan peringatan-peringatan-Nya yang terakhir. Berikut ini beberapa peringatan Yesus yang terakhir

1. Jangan tertipu (Matius 24:3-4; Markus 13:5-6; Lukas 21:8)

2. Janganlah gelisah (Yohanes 14:1-4)

3. Jangan diperdayakan

Kata “memperdayakan” adalah kata yang bagus uuntuk menakut-nakuti. Itulah cara lain untuk mengatakan, “ditenung, dipesona, dibingungkan”. Hati-hati jangan diperdayakan leh apapun dan oleh siapapun. Jangan diperdaya oleh “dosa” dan oleh “manusia” (Matius 16:6; 1 Yohanes 2:14-18).

Tanda yang sangat kuat bahwa seseorang ditipu, digelisahkan, dan diperdayakan adalah HATI NURANI-NYA TIDAK NYAMANDAN TIDAK DAMAI; KECUALI IA MENGERASKAN HATI KARENA IA DENGAN SENGAJA MEMILIH TERLIBAT DALAM PERSEKONGKOLAN DENGAN DOSA (Galatia :3-7)

– Pdt. Hotman Gurning –


Yang Baik Itu Pasti Datang | The Best Isn’t Yet Come


Bahasa Indonesia | English

Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 28 Februari 2010)

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah (Roma 8:28)

1. Sebab Allah adalah Allah yang baik

Di dalam Allah hanya ada yang baik, tidak ada yang buruk di dalam Tuhan (Kejadian 1:31).

2. Sebab Allah hanya merencanakan yang baik.

Allah tidak pernah merencanakan yang buruk dan tidak ada yang buruk di hati Allah (Yeremia 29:11).

3. Sebab Allah akan memakai apa saja untuk mendatangkan yang baik.

Tidak ada yang TUHAN tidak bisa pakai. Allah bisa memakai sepotong kayu mengubah air yang pahit menjadi manis (Keluaran 15:23-25). Allah pernah memakai tepung untuk menyehatkan maut dalam kuali (2 raja-raja 4:41).

4. Sebab Firman Allah harus digenapi

Firman itu digenapi bukan hanya untuk kekekalan (Markus 10:28-30)

Pdt. Salome V. Nainggolan

Sunday Service Sermon (February 28th, 2010)

And we know that all things work together for good to those who love God, to those who are called according to His purpose (Romans 8:28)

1. God is so good

In God, there are the best things always. There are not bad things in Jesus. (Genesis 1:31)

2. God is purposing the best

He is purposing for you; purposes of peace and not of evil (Jeremiah 29:11)

3. God will use everything to bring the best for you

Nothing that LORD can’t use to bring the best for you (Exodus 15:23-25; 2Kings 4:39-41)

4. The Words of God must be fulfilled (Mark 10:28-30)

Pst. Nainggolan, Salome V.


Keluarga Yang Mendapat Kasih Karunia di Mata Tuhan


Khotbah Ibadah Raya  (Minggu, 21 Februari 2010)

Baca: Kejadian 6:1-22

Beberapa rhema yang lahir dari kisah ini. Dan rhema itulah yang mendasari kebenaran-kebenaran selanjutnya.

  1. Bagi Allah sesungguhnya tidak sulit melepaskan anak-anak-Nya dari malapetaka apapun — bagi Allah selalu ada jalan keluar.
  2. Mata TUHAN tidak pernah luput memandang orang benar meskipun ia hanya seorang diri di antara semua orang pendosa. Demikian sebaliknya,  mata TUHAN tidak pernah luput dalam memandang seorang pendosa, meskipun ia hanya seorang diri di antara semua orang hidup dalam kebenaran. Contoh: Nuh vs Akhan.
  3. Selalu ada alasan mengapa seseorang beroleh berkat dan selalu ada alasan mengapa yang lain tidak beroleh berkat.

Dan inilah alasan mengapa Nuh dan keluarganya mendapat kasih karunia di hadapan TUHAN:

  1. Saat semua orang berbuat dosa, keluarga Nuh tetap bertahan hidup dalam kebenaran. (6:8-9,11-13,17-18)
  2. Saat semua orang meninggalkan TUHAN, keluarga Nuh tetap membangun hubungan “spesial” dengan TUHAN (6:9,13,18,7:1). Semua anak-anak Allah punya hubungan dengan TUHAN, tetapi tidak semua anak TUHAN punya hubungan “spesial” dengan Dia.
  3. Saat semua keluarga kacau, keluarga Nuh dapat berperan sesuai dengan peranannya masing-masing, tanpa mengabaikan kesatuan sebagai satu tim yang solid (6:14-16).
  4. Saat semua orang berkata bahwa kita tidak mungkin dapat melakukan semua firman Allah, keluarga Nuh tetap membangun ketaatan yang sempurna di hadapan TUHAN (6:22; 7:5).

Hal istimewa lagi adalah keluarga Nuh memiliki HATI yang lembut dan penuh pengabdian kepada TUHAN (Kejadian 8:20-22).

– Pdt. J.H. Gurning –


Biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan


Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 14 Februari 2010)

Janganlah hendaknya keranjinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan — Roma 12:11

Roh yang menyala berarti:

  • Kerajinannya tidak kendor
  • Bersukacita dalam pengharaoan
  • Sabar dalam kesesakan
  • Bertekun dalam doa

Agar roh tetap menyala-nyala:

  1. Harus lebih fokus terhadap kekekalan (2 Korintus 4:18)
  2. Harus fokus kepada Yesus (Ibrani 12:2-4)
  3. Harus membiarkan Roh Kudus berdiam dalam kita (Roma 8:11; 2 Timotius 1:7)

Mengapa roh kita harus menyala:

1. Waktunya tinggal sedikit, Yesus hampir datang (Ibrani 10:37-39; Wahyu 3:11; 2 Timotius 3:1; Roma 4:18-21)

Yesus tidak lama lagi akan datang. Tidak ada waktu untuk berlambat-lambat lagi. Kita harus melayani Tuhan dengan roh yang menyala-nyala.

2. Musuh sedang menghadang setiap waktu

Setiap hari iblis menghadang kita. Kita ada dalam peperangan rohani setiap waktu. Hanya dengan roh yang menyala-nyala kita dapat memenangkan peperangan rohani yang dahsyat ini.

3. Karena kita ditetapkan menjadi saksi

Banyak orang sedang menyaksikan perjalanan iman kita. Banyak orang sedang meneladani perjalanan rohani kota. Tanpa kita sadar, saudara-saudara seiman menonton hidup kita dan dengan diam-diam mereka belajar dari keputusan-keputusan iman kita. Waktu kita menyala mereka bergembira dan berkata main atas keteladanan itu. Tetapi, pada waktu kita lemah, mereka ikut kecewa, mereka seolah kehilangan panutan iman, maka tetaplah menyala bagi Yesus. Ini bukan pilihan tetapi suatu ketetapan (Matius 5:13-16; 2 Korintus 3:2-4).

– Pdt. Salome Nainggolan –


Keluarga Yang Mendapat Kasih Karunia di Mata Tuhan


Khotbah Ibadah Raya II (Minggu, 7 Februari 2010)

Baca: Kejadian 6:1-22

Mata TUHAN tetap dapat melihat sekalipun hanya seorang yang benar di antara semua umat manusia yang memilih untuk berbuat dosa, demikian sebaliknya mata TUHAN dapat melihat seorang berdosa pada waktu semua orang hidup dalam kebenaran.

Selalu ada alasan mengapa seseorang beroleh berkat dan selalu ada alasan mengapa yang lain tidak beroleh berkat.

Dan inilah alasan mengapa Nuh dan keluarganya mendapat kasih karunia di hadapan TUHAN:

  1. Saat semua orang berbuat dosa, Nuh masih dapat bertahan hidup benar. (6:8-9,11-13,17-18)
  2. Nuh memiliki hubungan “spesial” dengan TUHAN (6:9,13,18,22). Semua anak-anak Allah punya hubungan dengan TUHAN, tetapi tidak semua anak TUHAN punya hubungan “spesial” dengan Dia.
  3. Keluarga Nuh dapat berperan sesuai dengan peranannya masing-masing, tanpa mengabaikan kesatuan sebagai satu tim yang solid (6:14-16).
  4. Nuh seorang yang taat sempurna (6:22; 7:5).

– Pdt. J.H. Gurning –


Orang Kristen Harus Hidup Tanpa Kekuatiran


Khotbah Ibadah Raya I (Minggu, 7 Februari 2010)

“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu” (1 Petrus 5:7)

Jangan dilupakan bahwa:

  • Kekuatiran tidak akan membawa KEBERHASILAH bagi kita
  • Kekuatiran tidak akan menyelesaikan PERSOALAN kita
  • Kekuatiran tidak akan MENGERINGKAN air mata kita

Inilah realita tentang kekuatiran:

  • Kekuatiran itu sama seperti membayar bunga uang yang sebetulnya tidak pernah kita pinjam
  • Tidak ada yang menguras tubuh seperti kekuatiran

ALASAN MENGAPA KITA PERLU HIDUP TANPA KEKUATIRAN

(more…)


TUHAN Mengumumkan Syarat Pemulihan


Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 31 Januari 2010)

Baca: 2 Tawarikh 7:11-12

Empat syarat pemulihan:

1. Merendahkan diri

  • Menyadari berbagai kegagalan yang diperbuatnya
  • Menunjukkan kesedihan atas dosa-dosanya
  • Memperbaharui komitmen untuk melakukan kehendak Allah
  • Mengakui kemiskinan rohani pribadinya

2. Berdoa

  • Berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah memohon kemurahan-Nya
  • Sepenuhnya bergantung kepada TUHAN dan percaya bahwa TUHAN akan turun tangan
  • Doa itu harus sungguh-sungguh dan tak berkeputusan hingga Allah menjawab dari Sorga (Lukas 11:1-13; 18:1-8; Yakobus 5:17-18)

3. Mencari wajah-Ku

  • Tekun berbalik kepada Allah dengan segenap hati dan mendambakan kehadiran-Nya — dan bukan hanya sekedar ingin luput dari kemalangan (2 Tawarikh 11:16; 19:3; 1 Tawarikh 16:11; 22:19; Yesaya 55:6-7)

4. Berbalik dari jalan-jalannya yang jahat

  • Sungguh-sungguh bertobat dengan berbalik dari dosa-dosa khusus dan semua bentuk penyembahan berhala
  • Meninggalkan persesuaian dengan dunia
  • Menghampiri Allah untuk menerima kemurahan, pengampunan, dan penyucian ( 2 Tawarikh 29:6-11; 2 Raja-raja 17:13; Yeremia 25:5; Zakharia 1:4; Ibrani 4:16)

Tiga berkat berganda yang mengikutinya

Apabila empat syarat Allah bagi kebangunan rohani dan pemulihan sudah terpenuhi, maka janji Allah yang rangkap tiga mengenai kebangunan rohani akan digenapi.

1. Allah akan mengalihkan murka-Nya

  • Allah akan mengalihkan murka-Nya dari umat itu
  • Allah akan mendengarkan seruan yang putus asa
  • Allah akan memperhatikan doa (2 Tawarikh 7:15)

Dengan kata lain:

  • Allah mulai mendengar dan menjawab doa dari sorga (2 Tawarikh 7:14-15)
  • Allah mulai menunjukkan belas kasihan-Nya (Mazmur 85:5-8; 102:2-3,14; Yeremia 33:3; Yoel 2:12)

2. Allah akan mengampuni umat-Nya

  • Allah akan mengampuni umat-Nya
  • Allah akan menyucikan mereka dari dosa
  • Allah akan memulihkan perkenaan, kehadiran, damai sejahtera, kebenaran, dan kuasa-Nya (Mazmur 85:10-13; Yeremia 33:7-8; Hosea 10:12; Yoel 2:25; 2 Korintus 6:14-18)

3. Allah akan memulihkan umat-Nya

  • Allah akan memulihkan umat-Nya dan negeri mereka dengan mencurahkan hujan, yaitu: perkenaan, berkat jasmaniah, Roh Kudus (Mazmur 51:14-15; Hosea 5:14-6:3,11; Yoel 2:28-32)

– Pdt. J.H. Gurning –


Tuhan Yesus Menyuruh Kita Meminta


Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 24 Januari 2010)

Baca: Matius 7:7-11; Lukas 11:1-10

Ayat ini memberi penjelasan bahwa Yesus menghendaki agar kita “menerima, mendapat, dan agar pintu dibukakan bagi kita”, dengan jalan berdoa yaitu meminta, mencari, dan mengetok pintu. Dalam bahasa Yunani kata kerja “meminta, mencari, mengetok” (8) menunjukkan tindakan yang dilakukan terus-menerus. Jadi, kita harus terus menerus meminta, mencari, dan mengetok.

Beberapa kebenaran dalam nas ini.

1. Yesus menyuruh kita meminta, mencari, dan mengetok (Matius 7:7; Lukas 11:9)

Meminta = menunjukkan adanya kesadaran akan kebutuhan dan kepercayaan bahwa Allah mendengarkan doa. Mencari = menunjukkan suatu permohonan yang sungguh-sungguh disertai dengan ketaatan pada Allah. Mengetok = menunjukkan adanya ketekunan dalam menghampiri Allah sekalipun Ia tidak menjawab dengan segera.

  • Hana = meminta, mencari, mengetok (1 Samuel 1:12-16)
  • Daud = meminta, mencari, mengetok (Mazmur 5:1-4)
  • Hizkia = meminta, mencari, mengetok (2 Raja-raja 20:1-3)

2. Yesus memberi jaminan bahwa kita akan “menerima, mendapat, dan pintu dibukakan” jika kita berdoa (Matius 7:8; Lukas 11:10)

  • Hana = menerima, mendapat, baginya pintu dibukakan (1 Samuel 1:17-18)
  • Daud = menerima, mendapat, baginya pintu dibukakan (Mazmur 116:1-2)
  • Hizkia = menerima, mendapat, baginya pintu dibukakan (2 Raja-raja 20:4-6)

Dengan syarat:

  • Mencari dahulu Kerajaan Allah (Matius 6:33)
  • Menyadari kebaikan dan kasih Allah sebagai Bapa (Matius 6:8; 7:11)
  • Berdoa sesuai dengan kehendak Allah (Markus 11:24; Yohanes 21:22)
  • Memelihara persekutuan dengan Kristus (Yohanes 15:7)
  • Menaati Yesus (1 Yohanes 3:22)

3. Yesus memberi jaminan untuk memberi HANYA yang BAIK (Matius 7:11; Lukas 11:13)

  • Hana = HANYA mendapat yang BAIK
  • Daud = HANYA mendapat yang BAIK
  • Hizkia = HANYA mendapat yang BAIK

– Pdt. J.H. Gurning –


Tuhan Menanti-nantikan Orang Yang Tulus Hati


Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 17 Januari 2010)

Baca: Ibrani 10:19-22

Tuhan Yesus oleh darah-Nya membuka jalan bagi kita menuju ke Tempat Kudus. Meskipun sudah terbuka jalan, Yesus menghendaki kita semua menhadap Allah dengan hati yang tulus (Ibrani 10:22)

Berkat bagi orang-orang yang tulus hati:

  • 1 Raja-raja 9:4-5; ketulusan hati membuat Allah meneguhkan janji-janji-Nya
  • 2 Raja-raja 20:3; ketulusan hati membuat Allah mengabulkan doa, “mengubah” keputusan-keputusan Allah.
  • Mazmur 7:11; Tuhan sendiri yang menjadi perisasi dan menyelamatkan orang yang tulus hati
  • Mazmur 36:11; tersedia keselamatan dan keadilan bagi mereka yang tulus hati
  • Mazmur 97:11; tersedia sukacita yang berlimpah bagi mereka yang tulus hati

Contoh tokoh Alkitab yang tulus hati:

  • Abimelekh (Kejadian 20:5)
  • Salomo (2 Tawarikh 29:19)
  • Yusuf (Matius 1:19)
  • Jemaat mula-mula (Kisah Para Rasul 2:46)
  • Kornelius (Kisah Para Rasul 10:22)

Lawan dari hati yang tulus adalah “hati yang bengkok”

  • Ulangan 32:20; hati yang bengkok adalah mereka yang tidak memiliki kesetiaan, wajah Tuhan tersembunyi dari orang yang berhati bengkok
  • 2 Samuel 22:27; Mazmur 18:27; bagi orang berhati bengkok, Allah juga berlaku belat-belit
  • Mazmur 119:78; bengkok hati = kurang ajar
  • Yesaya 59: 8; orang yang berhati bengkok sangat sukar untuk berdamai
  • Filipi 2:15; bengkok hati dilawankan dengan bercahaya seperti bintang

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan (Amsal 4:23)

– Pdt. J.H. Gurning, M.Th. –


Tuhan Yesus Menginginkan Yang Terbaik


Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 10 Januari 2010)

“Apabila seseorang hendak mempersembahkan … hendaklah yang terbaik”. Pernyataan ini menunjukkan bahwa seseorang yang berniat, yang ingin mempersembahkan, hendaklah yang terbaik. (Imamat 2:1,4,5)

“Jikalau persembahan itu … haruslah yang terbaik”. Pernyataan ini dengan tegas mengatakan bahwa apa saja yang dipersembahkan itu haruslah yang terbaik . (Imamat 2:5,7:7:12,13,19,25,31,37,43,49,55,61,67,73,79; 14:21)

– Pdt. J.H. Gurning –


Berjaga-jagalah dan berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan


Khotbah Ibadah Awal Tahun (Jumat, 1 Januari 2010)

Paling tidak ada 4 alasan pokok yang harafiah mengapa YESUS memerintahkan kita berjaga-jaga dan berdoa.

1. Supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan (Matius 26:41; Markus 14:38)

Yesus menyatakan ini kepada murid-Nya waktu di taman Getsemani, waktu pencobaan sudah di depan mata. Dan Yesus tahu hanya SATU solusinya untuk tidak jatuh ke dalam pencobaan yang sudah di depan mata murid-murid itu, yaitu BERJAGA-JAGA dan BERDOA. (more…)


Ebenhaezer & Nazar


Khotbah Ibadah Tutup Tahun (31 Desember 2009)
1.  EBEN-HAEZER  artinya “Sampai di sini TUHAN menolong kita.”
Kita harus membuat  pengakuan yang tulus, bahwa hanya oleh karena pertolongan Tuhan, hari demi hari dari 365 hari di tahun 2009 kita dapat jalani dengan baik dan mengakhirinya bersama dengan TUHAN. 1 Samuel 7:12  Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben- Haezer, katanya: “Sampai di sini TUHAN menolong kita.” Mari kita teladani nabi Samuel ini dengan berkata: Eben-Haezer – Sampai di sini TUHAN menolong kita. Dalam Mazmur 121:2, Daud berkata: Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. Dalam kitab 2 Korintus 9:15, R. Paulus berkata:  Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu! Ini semua memaknakan: Eben-Haezer – Sampai di sini semua hanya oleh pertolongan TUHAN.
2.  NAZAR artinya menyatakan janji kepada TUHAN.
Setelah kita berkata EBEN-HAEZER, maka sebaiknya kita berkata aku pun akan BERNAZAR kepada TUHAN. Bernazar artinya menyatakan komitmen, membaharui penyerahan kita kepada TUHAN untuk di tahun 2010. TUHAN menantikan hal seperti ini. TUHAN berharap anak-anakNya menyatakan rasa kasihnya kepada-Nya dalam bentuk NAZAR. TUHAN selalu merindukan itu. Orang-orang hebat dalam Alkitab adalah orang-orang yang berani bernazar. Inilah contoh orang-orang “hebat” dalam Alkitab yang berani bernazar kepada TUHAN.
Yakub dalam Kejadian 28:20  Lalu bernazarlah Yakub: “Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai, 21 sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku. 22 Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu.” Yosua dalam kitab Yosua 24:15, berkata: Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” Yefta dalam Hakim-hakim 11:29-40. Hana di kitab, 1 Samuel 1:11. Ayub dalam kitab Ayub 1:20-22. Daud dalam Mazmur 116:2, berkata; … seumur hidupku aku akan berseru kepada-Nya. Daniel bernazar di kitab Daniel 1:8. Zakeus dalam Lukas 19:8, berkata: …”Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.” Paulus di 1 Korintus 9:16; Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil. Dalam Kisah P Rasul 20:24, dia nyatakan lagi:  Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.
Ingatlah 2 hal ini: setelah berkata EBEN-HAEZER maka TUHAN menantikan kita menyatakan NAZAR kita kepada-Nya. TUHAN kita  adalah TUHAN yang merindukan hubungan yang manis, hubungan yang akrab, hubungan yang penuh dengan gairah-gairah rohani. Bernazar adalah buah dari suatu gairah rohani.
– Pdt. J.H. Gurning –

Berkat dan Keteladanan Rohani dari Natal


Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 27 Desember 2009)

Ada 5 berkat dan keteladanan rohani dari peristiwa Natal:

1. Bapa di Sorga selalu menyediakan jalan keluar, Matius 1:21-23.

Berbagai persoalan dan masalah manusia sejak jatuh dalam dosa. Bapa di Sorga selalu menyediakan jalan keluar bagi mereka. Cf. 1 Korintus 10:13.

2. Bapa di Sorga selalu ada kerelaan untuk memberi lebih dari yang diminta atau pikirkan, Roma 8:32

Bapa di Sorga bukan saja memberi apa yang kita butuhkan, bahkan DIA rela memberi lebih dari apa yang kita minta dan pikirkan. Cf. Efesus 3:20.

3. Bapa di Sorga selalu datang dan bertindak berdasarkan kasih, Yohanes 3:16.

Setiap kali Yesus melihat orang banyak maka yang selalu menggerakkan  hati Yesus adalah belas kasihan. Lihat ayat-ayat berikut ini: Matius 9:36; 14:14; 15:32; 20:34 Markus 1:41; 6:34; 8:2 Lukas 10:33; 15:20.

4. Bapa di Sorga selalu bersedia melakukan apa saja demi keselamatan umat-Nya, Lukas 2:6-7.

5. Dalam Yesus segala sesuatu selalu berakhir menjadi lebih indah.Lukas 1:46

Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan, 47  dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, 48  sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, 49  karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.

– Pdt. J.H. Gurning –


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.