Cinta Tuhan, Rendah Hati, Jujur, dan Rajin

Sejarah

CIKAL BAKAL THE ASSEMBLIES OF GOD
Tahun 1900, Charles Parkam bersama-sama dengan mahasiswa sekolah teologia yang dia ajar, menyelidiki tentang “model” gereja yang sesungguhnya sesuai dengan Alkitab. Dan mereka menemukan jawabannya di dalam Kisah Para Rasul 2, tentang baptisan Roh Kudus. Iman mereka diteguhkan oleh pernyataan Roh, dan akhirnya menjadi dasar dari gerakan Pentakosta di dunia.
Gerakan Pentakosta ini menyebar dengan cepat dalam hitungan bulan saja. Tahun 1906, di bawah kepemimpinan William Seymour, salah seorang murid Charles Parkam,  terjadi kebangunan rohani yang dahsyat di Azusa, Los Angeles yang menarik begitu banyak umat Kristen di seluruh dunia.
Hingga waktu itu gerakan Pentakosta masih belum memiliki satu wadah organisasi, padahal ada begitu banyak – mungkin ratusan hingga ribuan – persekutuan Pentakosta tersebar di seluruh Amerika Serikat. Melihat hal ini, Eudorus Bell mengusulkan sebuah konvensi nasional untuk menggabungkan seluruh gerakan Pentakosta di dalam satu wadah Gereja. Konvensi ini berlangsung tanggal 2-12 April 1914 di Hot Springs, Arkansas. Konvensi ini melahirkan Gereja Pentakosta pertama di dunia yang kemudian dinamakan The Assemblies of God.
Oleh karena adanya kondisi sosial di Amerika Serikat pada waktu itu, akhirnya terjadi “segregasi” di konvensi ini. Gereja “the Assemblies of God” melayani orang-orang kulit putih dan gereja “the Church of God in Christ” melayani orang-orang kulit hitam.
CIKAL BAKAL GSJA DI INDONESIA
Ada tiga keluarga yang sangat berperan terhadap kelahiran GSJA di Indonesia. Mereka adalah misionaris yang diutus oleh Division of Foreign Mission of the American General Council of the Assemblies of God. Namun sebelum diutus oleh lembaga ini, beberapa tahun sebelumnya, mereka sudah menjadi misionaris di Indonesia dan tinggal di Indonesia dengan biaya sendiri.
Keluarga Kenneth-Gladys Short
Kenneth dan Gladys Short memulai pelayanannya di tahun 1936 di sebuah pulau kecil di Kalimantan. Buah sulung pelayanan mereka adalah seorang penduduk lokal bernama Saridjan yang bertobat setelah melihat adiknya yang buta didoakan dan sembuh. Pelayanan keluarga Short berakhir di tahun 1941 karena Perang Pasifik melanda Indonesia.
Keluarga Ralph Mitchel-Edna Lucy Devin
Tahun 1938, pasangan Ralph Mitchell dan Edna Lucy Devin, bersama dengan Flyod C. Brown – seorang penerjemah – berangkat dari Seattle, USA menuju Makasar dan melanjutkan perjalanan ke Ambon, Maluku. Di sini mereka memulai pelayanan dan mendirikan Bethel Indies Zending yang menjadi cikal bakal GSJA di Indonesia. Tahun 1939, mereka mengadakan Kebaktian Kebangunan Rohani yang diurapi Roh Kudus dalam tanda-tanda kesembuhan ilahi dan mujizat di Ambon, di sini ratusan orang dimenangkan. Tahun 1942, keluarga misionaris yang luar biasa ini harus meninggalkan Indonesia karena Perang Pasifik.
Keluarga Raymond-Beryl Busby
Ketika berusia 9 tahu, Beryl Hooker mendapat penglihatan tentang seorang wanita dengan pakaian yang “aneh”. Setelah menikah dengan Raymond Busby, mereka berdua berangkat ke Indonesia. Tahun 1939, mereka sampai di Medan, Sumatera Utara. Saat menginjak Tanah Karo, Beryl terkejut melihat pakaian yang dipakai wanita di sini persis seperti yang dilihatnya dalam penglihatan masa kanak-kanaknya. Tetapi sayangnya, pelayanan mereka pun harus terhenti karena Perang Pasifik yang semakin hebat.
Tuhan Yesus sungguh luar biasa, meskipun ketiga keluarga ini tidak saling mengenal, saat mereka kembali ke USA, Tuhan mempertemukan mereka kembali dalam satu organisasi Assembly of God. Mengetahui pengalaman mereka di Indonesia, sekitar tahun 1949 di masa Indonesia masih dalam Revolusi Fisik, Division of Foreign Mission of the American General Council of the Assemblies of God mengutus mereka kembali ke Indonesia untuk melanjutkan kembali pelayanan mereka.
Tentu saja ketiga keluarga ini menyambut dengan gembira. Setibanya di Indonesia, mereka menghubungi hamba-hamba Tuhan yang pernah terlibat dalam Bethel Indies Zending untuk memutuskan langkah-langkah pelayanan berikutnya. Akhirnya dilaksanakan Kongres pertama dari Bethel Indies Zending di Jakarta dari tanggal 1 hingga 5 Januari 1951. Salah satu keputusan penting yang diambil adalah semua peserta Kongres sepakat mengubah nama organisasi dari Bethel Indies Zending menjadi “the Assemblies of God of Indonesia”.
Nama baru ini segera didaftarkan ke pemerintah Republik Indonesia. Akhirnya tanggal 29 Januari 1951, Pemerintah Republik Indonesia secara resmi mengakui status hukum dari Assemblies of God of Indonesia, yang dulu dikenal dengan nama Bethel Indies Zending. Entitas hukum dari organisasi ini diteguhkan oleh keputusan Departemen Kehakiman Republik Indonesia nomor J.A.8/11/16, bertanggal 10 Pebruari 1951.
STATUS HUKUM GSJA DI INDONESIA
Gereja Sidang Jemaat Allh adalah gereja Pentakosta pertama di Indonesia. Gereja Sidang Jemaat Allah di Indonesia adalah salah satu sinode gereja yang diakui oleh pemerintah Republik Indonesia secara sah sebagai Lembaga Gereja No.72 Tahun 1988 (dhl. No.8 Tahun 1873, 17 Juli 1973 No. Dd/DAK/019/68 Tgl. 18-1-1968). Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) adalah suatu organisasi gereja yang beraliran Pentakosta, lahir di Amerika pada tahun 1914. Di Indonesia, gereja ini adalah lanjutan dari Bethel Indies Zending yang diakui oleh yang berwajib pada tanggal 4 April 1941 dan kemudian namanya diubah menjadi “The Assemblies of God of Indonesia” (Gereja Sidang Jemaat Allah) yang disahkan dengan kekuatan hukum yang bersifat tetap oleh Departemen Agama Republik Indonesia sebagai Badan Hukum tanggal 10 Pebruari 1851 No. J.A.8/11/16 B.N.2-3-1951 No. 18. Pada tahun 1968 didaftar ulang dengan nama Gereja Sidang-sidang Jemaat Allah.
GSJA juga merupakan anggota Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Nomor 82. Kantor Pusat GSJA di Indonesia berkedudukan di Jalan Senen Raya 46, Jakarta 10410.
GSJA BUKIT SION – CWS CHARISMA
GSJA Bukit Sion – CWS Charisma berada di bawah naungan sinode GSJA di Indonesia yang berkedudukan di Jalan R.M. Said No. 233, Manahan, Surakarta.
Sebagaimana GSJA di Indonesia diakui secara sah dan berkekuatan hukum tetap oleh pemerintah Republik Indonesia, status hukum yang sama juga berlaku atas GSJA Bukit Sion – CWS Charisma.
GSJA Bukit Sion – CWS Charisma merupakan anggota dari Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), anggota dari Badan Antar Gereja Kristen Surakarta (BAGKS), dan anggota dari Persekutuan Injili Indonesia (PII).
Gereja ini digembalakan oleh keluarga Pdt. John Hotman Gurning, M.Th sejak tahun 1986 yang pada waktu itu beralamat di Kelurahan Tipes.
Di tahun 2001, Gereja kami merintis satu pelayanan baru dengan nama Charismatic Worship Service “CHARISMA” Solo. Dan di tahun 2005, merintis satu gereja baru di Kartasura dengan nama GSJA “Kasih Karunis”.
Gereja kami ini memiliki VISI : “GSJA Bukit Sion – CWS Charisma adalah Gereja yang TERUS MENERUS BERTUMBUH hingga menjadi Gereja yang KUAT-KUDUS-PENTAKOST”. Dengan pernyataan MISI: “Membawa sebanyak-banyaknya jiwa kepada Kristus, membaptis, mengajar, dan menjadikannya MURID dan PELAYAN Kristus yang CINTA TUHAN, RENDAH HATI, JUJUR & RAJIN hingga semua masuk Surga.” Gereja kami membangun Nilai-nilai: “CINTA TUHAN, RENDAH HATI, JUJUR & RAJIN”.

5 responses

  1. joko manalu

    gsja

    March 8, 2010 at 6:55 pm

  2. @tmo

    as I have recalled….Didn’t CWS Charisma was born a year before 2001??? there was an evening meeting in Fajar Indah before 2000 if I’m not mistake….

    March 23, 2010 at 12:08 am

  3. Dr.Yonnas A Kurnadi

    Salam sejahtera dalam kasih Kristus,

    Puji Tuhan!

    Saya Pdt. Yonnas dari Perth, Australia. (Menggembalakan di AoG Grace marrci Church dlam bahasa English) pada minggu ini tanggal 23 july 2010 saya sedang mengunjungi family saya yang ada di Solo. kalau bapak Gembala bersedia saya dapat melayani di gereja bapak, mohon diatur jadwalnya, dan dapat menghubungi di no hp Indonesia saya 08970450999.

    Nb: Saya dapat khotbah dalam bahasa Indonesia.

    Trimakasih Tuhan memberkati,

    Salam dann doa,

    Dr. Yonnas A Kurnadi

    July 22, 2010 at 11:23 pm

    • Terima kasih Pastor, akan kami sampaikan ke bapak gembala kami

      July 23, 2010 at 10:31 am

  4. Yulias Risha Permatawati

    Apakah ada yang mengetahui dimana keberadaan Pdt.Yonnas A Kurnadi anggota keluarganya mencarinya karena sudah 3 bulan tidak ada berita dari ybs,Trims

    August 4, 2011 at 2:31 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.