Cinta Tuhan, Rendah Hati, Jujur, dan Rajin

Daniel memang hidup di Babel, tetapi Babel tidak hidup di dalam Daniel


Khotbah Ibadah Raya II — 18 Oktober 2009 (Pdt. Jonry S.)

Baca: Daniel 1-2

Ada sebuah pertanyaan muncul demikian, “mungkinkah hidup benar dan takut akan Allah di tengah lingkungan yang tidak mengenal Allah?”. Memang akan sulit, tetapi pasti bisa dikerjakan. Daniel menjadi teladan yang baik untuk menjawab pertanyaan ini. Di tengah pembuangan di negeri Babel yang sama sekali tidak mengenal Allah, dan tidak menghormati Allah, Daniel membuktikan bahwa hidup benar dan takut akan Allah masih bisa dihidupi.

1. Daniel memiliki ketetapan hati untuk hidup benar sebagai anak Tuhan (1:8)

2. Daniel mempercayai pertolongan dan pembelaan Allah, meskipun dia belum melihatnya secara nyata (2:13-16)

3. Daniel sangat bergantung dan berharap sepenuhnya kepada Allah (2:17-18)

4. Daniel memiliki sikap dan tingkah laku yang terpuji (2:48-49)

Anda memang hidup di dalam dunia, tetapi dunia tidak boleh hidup di dalam Anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s