Cinta Tuhan, Rendah Hati, Jujur, dan Rajin

Menjadi orang percaya kesenangan Allah


Khotbah Ibadah Raya (Minggu, 15 November 2009)

 

Baca : Maleakhi 1:1-5
1  Ucapan ilahi. Firman TUHAN kepada Israel dengan perantaraan Maleakhi.
2  “Aku mengasihi kamu,” firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami?” “Bukankah Esau itu kakak Yakub?” demikianlah firman TUHAN. “Namun Aku mengasihi Yakub,
3  tetapi membenci Esau. Sebab itu Aku membuat pegunungannya menjadi sunyi sepi dan tanah pusakanya Kujadikan padang gurun.”
4  Apabila Edom berkata: “Kami telah hancur, tetapi kami akan membangun kembali reruntuhan itu,” maka beginilah firman TUHAN semesta alam: “Mereka boleh membangun, tetapi Aku akan merobohkannya; dan orang akan menyebutkannya daerah kefasikan dan bangsa yang kepadanya TUHAN murka sampai selama-lamanya.”
5  Matamu akan melihat dan kamu sendiri akan berkata: “TUHAN maha besar sampai di luar daerah Israel.”

Mari tarik perhatian kita kepada pernyataan Allah di atas, “Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau”. Alkitab mencatat ada orang-orang yang mendapat tempat khusus di hati Allah. Tetapi ada juga yang secara lugas Allah mengatakan membenci mereka. Dan lihatlah, perjalanan hidup orang-orang yang dikasihi Allah dengan orang-orang yang dibenci Allah PASTI berbeda.

Kita akan melihat bagaimana perjalanan hidup Esau – sebagai orang yang dibenci Allah.
1.Pegunungannya menjadi sunyi (Maleakhi 1:3)
2.Tanah pusakanya menjadi padang gurun (Maleakhi 1:3)
3.Semua yang dibangunnya akan dirobohkan (Maleakhi 1:4)
4.Murka Tuhan akan selalu ada di atasnya (Maleakhi 1:4)

Hidup seperti inilah yang akan dihadapi oleh orang-orang yang dibenci Allah. Sungguh mengerikan! Saya berdoa tidak ada satupun di antara kita yang memilih hidup di dalam jalan-jalan Esau.

Lalu bagaimana perjalanan hidup orang yang dikasihi Allah. Sungguh berkebalikan, Yakub mendapatkan segala kelimpahan berkat dari Allah sendiri. Mari lihat ayat-ayat ini, Bilangan 24:5-9; Yesaya 40:27-31; 41:8-10; 43:1-7; 44:1-5; 44:21-22. Dari ayat-ayat tersebut kita bisa melihat jalan hidup orang yang dikasihi Tuhan.
1.Alangkah indahnya kemah-kemah mereka
2.Hidupnya tidak pernah tersembunyi dari Allah
3.Mereka akan selalu mendapat kekuatan baru
4.Penyertaan Tuhan selalu ada atas hidup mereka
5.Allah sendiri yang menjadi Penebus mereka
6.Roh Tuhan dicurahkan atas mereka
7.Dosa dan pemberontakan mereka dihapuskan oleh Allah

Jika demikian, apa yang harus kita waspadai supaya hidup kita tidak seperti Esau, tetapi menjadi kesukaan seperti Yakub. Mari melihat apa saja kesalahan Esau sehingga kita tidak mengalami kehidupan yang menyedihkan seperti Esau.
1.Esau memiliki nafsu yang rendah; dia mudah tergoda saat pencobaan datang (Ibrani 12:16-17)
2.Esau suka menganggap ringan hal-hal yang PENTING bagi Allah (Kejadian 25:30-24)

Lalu apa yang harus kita perbuat?
Maka sekarang: “Cobalah melunakkan hati Allah, supaya Ia mengasihani kita!” (Maleakhi 1:9). Mari kita rebut kembali hati Allah.

 

— Pdt. J.H. Gurning —

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s