Cinta Tuhan, Rendah Hati, Jujur, dan Rajin

Natal dan kerendahan hati


Saat Teduh (Kamis, 17 Desember 2009)

Baca : Yohanes 1:6-8

6  Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;
7  ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.
8  Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.

Natal dipenuhi kisah tentang kesederhanaan dan kerendahan hati. Bagaimana Sang Anak Allah memilih lahir di kandang domba, di sebuah keluarga kecil, tanpa gelamor dan penyambutan kelahiran Sang Raja yang dinanti-nantikan.

Yohanes Pembaptis menunjukkan contoh lain dari kerendahan hati. Banyak orang menyangkanya sebagai Mesias yang akan datang. Meskipun ada kesempatan untuk mendapatkan nama dari pengakuan itu, Yohanes tidak melakukannya. Sebagaiman dia diutus Allah untuk menjadi pembuka jalan bagi Yesus, dia melakukannya dalam kerendahan hati.

Natal identik dengan perayaan yang besar, dan memang tidak salah merayakan kelahiran Sang Raja. Tetapi harus diingat bahwa Natal adalah teladan kerendahan hati.

Ditulis oleh : Martianus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s