Cinta Tuhan, Rendah Hati, Jujur, dan Rajin

Berjagalah dan Berdoalah, Supaya Kamu Jangan Jatuh Ke Dalam Pencobaan (bagian 1)


Berjagalah dan bedoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan
Ada berbagai alasan yang sangat mendasar mengapa tema ini penting bagi gereja kita di tahun 2010 ini. Dalam tulisan GORESAN PENA GEMBALA ini, saya akan mengemukakan kepada kita secara bersambung, maka saya mohon agar semua jemaat TUHAN dengan teliti dan cermat membacanya secara teratur dan berurut setiap minggunya. Doa dan harapan saya adalah kiranya TUHAN menjadikan kita gereja yang BERDOA. Berdoa yang bukan sekedar usaha untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan atau mendapatkan sesuatu yang disebut “berkat”, melainkan berdoa sebagai sebuah komunikasi yang hidup antara manusia dengan Allah. Bahkan doa yang dapat menjadi sarana untuk bersyafaat atau mengantarai seseorang atau suatu lingkungan atau suatu komunitas dengan Allah.

Inilah alasan yang pertama mengapa tema ini. Allah ingin supaya kita hidup dalam kehidupan supranatural. Hidup dalam kehidupan supranatural adalah hidup dalam kehidupan DOA. Kehidupan tanpa “doa” (baca:TUHAN) adalah kehidupan yang hanya bersifat duniawi, alamiah, dan kehidupan seperti ini adalah suatu kehidupan yang dapat diprediksi. Kehidupan alamiah adalah suatu kehidupan tanpa lompatan-lompatan iman dan tanpa mujizat yang mengagumkan secara ilahi. Tidak ada kehidupan yang bersifat supranatural yang tidak disertai DOA. Itulah sebabnya TUHAN menginginkan agar kita semua BERDOA. Berdoa berarti hidup dalam supranatural, tidak berdoa berarti hidup dalam kehidupan alamiah. Tidak berdoa berarti hidup tanpa TUHAN, berdoa berarti hidup dengan atau bersama TUHAN.

Mengapa hidup dalam kehidupan supranatural itu sangat penting? Jawabannya adalah karena tidak seorang pun dapat mengubah “dunia” dengan kekuatannya yang hanya bersifat duniawi atau hidup yang bersifat alamiah semata. Orang percaya dapat mengubah dunia hanya dengan kekuatan yang supranatural, kekuatan karena berdoa, kekuatan karena TUHAN, dan kehidupan supranarutal ada, hanya dengan adanya kerendahatian dan kesediaan hidup dalam doa. Rasa ketergantungan pada kuasa Allah yang bersifat mutlak itu adalah absolut bagi kita.

Mengapa banyak orang Kristen menjadi kecewa dipenghujung hidupnya dengan berkata “hanya sebegitu sajakah yang saya dapat alami”? Hanya demikian ini sajakah yang disebut kehidupan menjadi orang Kriten? Timbulnya kekecewaan semacam itu adalah karena mereka tidak melihat “dunia” mereka yang buruk berubah menjadi dunia yang “baik” seperti yang mereka baca di dalam Alkitab. Mereka mungkin berkumpul dengan kumpulan orang-orang Kristen setiap minggu, tetapi mereka tidak melihat, mereka tidak menikmati perubahan hidup seperti orang Kristen lain mengalaminya. Maka saya harus mengulang untuk mengatakannya sekali lagi: hal-hal yang “duniawi” kita hanya bisa diubah oleh kuasa supranatural, kuasa yang dilahirkan oleh doa yang penuh kuasa, kuasa yang dilahirkan oleh doa yang militan. Kalau hidup “dunia” kita tidak atau belum berubah menjadi hidup yang “rohaniah” maka kita tidak dapat menikmati hidup dalam kehidupan yang penuh dengan penggenapan janji TUHAN. Kalau kehidupan yang rohaniah kita tidak atau belum dapat kita nikmati, maka kehidupan yang sedang kita nikmati itu sesungguhnya hanyalah kehidupan yang bersifat alamiah semata. Hidup yang alamiah adalah hidup yang dapat dihidupi, dialami, dan dinikmati semua orang termasuk orang berdosa sekalipun. Maka kita harus beralih dari kehidupan yang alamiah semata itu kepada kehidupan yang supranatural supaya kita memiliki kuasa untuk mengubah kehidupan kita yang hanya bersifat “duaniawi” itu menjadi kehidupan yang supranatural. Itulah sebabnya TUHAN mau kita hidup dalam kehidupan supranatural agar hidup yang kita hidupi ini menjadi kehidupan yang penuh kuasa.

Maka GORESAN PENA GEMBALA di Minggu yang pertama ini saya menyerukan kepada kita semua: marilah kita berdoa “supaya hidup kita berubah dari hidup alamiah menjadi hidup yang supranatural”. Supaya kehidupan kita berubah dari kehidupan biasa-biasa menjadi  kehidupan yang penuh kuasa. Supaya hidup kita penuh kuasa untuk mengubah yang “duniawi” menjadi yang “rohaniah”. Maka marilah BERDOA  dan BERDOA.

— Pdt. J.H. Gurning —

One response

  1. Doa adalah senjata bagi orang2 yg beriman.

    posting perdana saya: Perbedaan dan Pluralisme.

    Salam Kasih..

    January 5, 2010 at 12:28 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s