Cinta Tuhan, Rendah Hati, Jujur, dan Rajin

Berjaga-jagalah dan Berdoalah, Supaya Kamu Jangan Jatuh Ke Dalam Pencobaan (bagian 2)


Bagi orang Kristen, prioritas yang utama dalan doa; yang kedua adalah doa; dan yang ketiga adalah doa pula — Dr. David Yonggi Cho

Inilah alasan yang kedua mengapa tema ini diambil pada tahun 2010 ini. Agar kita benar-benar gereja yang sesungguhnya. Gereja yang tidak berdoa sama sekali bukanlah sebuah gereja. Negara yang tidak mencari Allah dalam doa bukanlah negara Kristen. Orang beriman yang tidak berdoa adalah orang beriman yang tidak memiliki kekuatan. — Robert Oh

Ketika orang-orang percaya berdoa, karya Roh Kudus diwujudkan, kekuatan iblis dihancurkan dan suasana akan diubahkan. Hanya doa yang dapat mewujudkan karya Roh Kudus. Hanya kuasa doa yang dapat menhancurkan kuasa iblis. Dan hanya kuasa doa pula yang dapat menghadirkan suasana Surga turun di tengah-tengah dunia yang fana ini. Dalam kita Injil, Yesus berkata: “Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.”

Inilah alasan yang ketiga mengapa tema ini. Karena kita ingin menjadi sama dengan Yesus. Yesus adalah manusia yang berdoa sebelum melakukan hal lainnya. Setiap respon yang Dia lakukan untuk semua orang di sekeliling-Nya semata-mata berada dalam garis yang diterima-Nya dari Bapa dalam doa. Yesus berfirman: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakan-Nya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak”. Kemenangan yang diperoleh Yesus di kayu salin adalah kemenagan yang diperoleh-Nya saat Ia berdoa dengan sungguh-sungguh di taman Getsemani.

Maka benarlah jika Dr. David Yonggi Cho berkata: Bagi orang Kristen, prioritas yang utama adalah doa; yang kedua adalah doa; dan yang ketiga adalah doa pula. John C. Maxwell pernah mengatakan: “pemicu” atau “detenator” yang tidak dimiliki oleh gereja saat ini adalah doa.

Maxwell sesungguhnya ingin mengingatkan gereja Tuhan untuk mengembalikan daya picunya yaitu doa. Tanpa doa gereja akan menjadi sesuatu yang sulit terbakar, sulit bergerak, sulit hidup, atau sulit bergairah.

Inilah alasan keempat mengapa tema ini. Karena kita ingin memiliki persekutuan yang erat dengan Roh Kudus. Ingat beberapa pernyataan ini. Roh Kudus akan memberkati kita saat kita membaca Alkitan. Roh Kudus akan memimpin kita saat kita bersaksi tentang Kristus. Roh Kudus akan mengurapi kita saat kita membagikan kasih kepada orang lain. tetapi jika kita ingin memiliki persekutuan yang erat dengan Roh Kudus, maka kita perlu berdoa. Sesungguhnya tidak ada keintiman tanpa komunikasi. Komunikasilah pengantar kepada suatu keintiman dan Roh Kudus telah memilih doa sebagai alat komunikasi terbaik dengan orang percaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s