Cinta Tuhan, Rendah Hati, Jujur, dan Rajin

Orang Kristen Harus Hidup Tanpa Kekuatiran


Khotbah Ibadah Raya I (Minggu, 7 Februari 2010)

“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu” (1 Petrus 5:7)

Jangan dilupakan bahwa:

  • Kekuatiran tidak akan membawa KEBERHASILAH bagi kita
  • Kekuatiran tidak akan menyelesaikan PERSOALAN kita
  • Kekuatiran tidak akan MENGERINGKAN air mata kita

Inilah realita tentang kekuatiran:

  • Kekuatiran itu sama seperti membayar bunga uang yang sebetulnya tidak pernah kita pinjam
  • Tidak ada yang menguras tubuh seperti kekuatiran

ALASAN MENGAPA KITA PERLU HIDUP TANPA KEKUATIRAN

1. KEKUATIRAN MEMBUAT KITA MENJADI PENAKUT

Bill Karnechi mengatakan: “Bila orang yang kuatir akan kekurangannya mau mensyukuri akan kekayaan yang dia miliki, maka dia akan berhenti kuatir”. Artinya, jika kita kuatir akan kekurangan kita, kemudian kita mau mensyukuri kelebihan kita, pasti kita akan berhenti kuatir. Ketahuilah, semua orang punya kekurangan. Tetapi di balik kekurangan tersebut Tuhan memberikan kelebihan. Dan kalau kita mau mensyukuri kelebihan itu, pasti kekuatiran itu ditaklukkan.

Mahatma Gandhi mengatakan: “orang yang mempunyai iman kepada Tuhan harus malu untuk kuatir tentang apapun juga”.

Yesus berkata: “Sebab itu janganlah kamu kuatir tentang hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” (Matius 6:34). Mengapa Yesus berkata demikian? Sebab yesus tahu, kalau kita menanggung beban cuma 1 hari, maka persoalan yang kita alami itu persoalan biasa dan pasti ada jalan keluarnya. Tetapi kalau beban hari ini dan hari besok digabung menjadi satu, maka kita akan tenggelam dalam beban itu. Wahyu 21:8 berkata: “Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua”.

2. KEKUATIRAN MEMBUAT KITA JADI LEMAH

Norman Vincent Bill menuliskan: “Bahwa 92% dari kekuatiran tidak pernah terjadi, dan kita bisa menangani sisa 8%-nya. Dan ini bisa terjadi karena Tuhan. Sebab itu jangan membiarkan diri kita dipermainkan oleh kebodohan yang disebut kekuatiran”.

John Newton mengatakan: “beban akan menjadi berat bagi kita jika kita harus memikul beban hari kemarin, hari ini, dan hari esok. Ketahuilah, jika kita sendiri maka kita pasti gagal, tetapi bersama Tuhan kita pasti mendapat keberhasilah”.

John Labock mengatakan: “Sehari kuatir lebih melelahkan daripada seminggu bekerja”.

Matius 6:27 berkata: “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?”

Lukas 12:26 berkata: “Jadi, jikalau kamu tidak sanggup membuat barang yang paling kecil, mengapa kamu kuatir akan hal-hal lain?”

Matius 6:33 berkata: “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”

Filipi 4:6 berkata: “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur”

Ada gambaran tentang kekuatiran: Orang yang kuatir itu seperti orang yang kejatuhan kotoran burung. Begitu kejatuhan kotoran burung, dia akan membiarkan kotoran itu ada di kepalanya. Tetapi sebaliknya, orang yang percaya kepada pertolongan Tuhan, pada saat kekuatiran itu datang, maka dia akan berusaha menyingkirkan kekuatiran dengan pertolongan Tuhan.

— Pdt. Has Kembaren —

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s