Cinta Tuhan, Rendah Hati, Jujur, dan Rajin

DOA: Masuk Ke Dalam Hadirat-Nya


Berdoa masuk ke dalam hadirat Allah artiinya datang kepada Allah. Kita perlu menyediakan waktu untuk datang kepada-Nya. Jangan hanya berdoa ketika kita menyediakan waktu untuk berdoa. Ketika kita makin sibuk, kita harus semakin mempraktekkan datang kepada Allah dalam doa. Kita tidak boleh menunggu hingga ada waktu yang tepat sebab kalau demikian maka hanya ada sedikit waktu yang tepat bersama dengan Allah dalam doa.

Seorang hamba Allah bernama Francois de Fenelon berkata: “Belajarlah untuk mencuri waktu (untuk berdoa) meskipun sebentar, dan Anda akan menemukan bahwa saat-saat ini menjadi bagian yang paling berharga dalam hari yang Anda lalui”. Sesungguhnya kita tidak membutuhkan waktu yang banyak untuk berkata kepada Tuhan bahwa kita mengasihi Dia. Mari kita menunjukkan hati kita kepada-Nya. Mari kita sembah Dia dalam roh kita. Persembahkanlah kepada-Nya apa yang kita lakukan dan apa yang kita derita. Ceritakanlah kepada Allah hal-hal yang penting yang sedang terjadi dalam hidup kita.

Berdoa masuk ke dalam hadirat-Nya artinya condonglah kepada Allah. Condong kepada Allah artinya kita harus mencoba, tanpa harus memaksa diri untuk datang kepada Tuham. Condong kepada Allah juga berarti ada kesukaan, ada kegemaran untuk menghampiri Allah. Kita harus menjamah Dia sesering mungkin. Ada satu syair lagu lama yang berbunyi: Oh sungguh heran heran jamahan Tuhan, oh sungguh heran jamahan Tuhan, Bila hambiri Dia, Dia hampiri engkau, oh sungguh heran jamahan Tuhan. Dalam hukum normal kebenaran ini berlaku mutlak bagi umat Tuhan. Kita harus menghampiri Dia, maka Dia akan menghampiri kita. Dan kalau Dia menghampiri kita, maka Dia pasti jamah, maka Dia pasti tumpangkan tangan-Nya lalu memberkati Dia. Milikilah sikap yang condong kepada Yesus dengan hati yang penuh kasih dan kepercayaan yang penuh.

Berdoa masuk ke dalam hadirat-Nya artinya dengarkanlah Allah. Jangan mendengar sifat kita sendiri. Seringkali terjadi kasih kepada diri sendiri berbisik di satu telinga dan Allah berbisik di telinga yang lain. Masing-masing suara itu akan selalu datang menghampiri kita. Kalau hal ini terjadi dalam hidup kita: “dengarkanlah bisikan Allah”. Bisikan Allah selalu menyuruh kita untuk mendekat kepada-Nya, bisikan Allah selalu menyuruh kita untuk mengasihi Dia dan sesama, bisikan Allah itu selalu menyuruh kita untuk mempraktekkan isi Friman Allah, bisikan Allah itu selalu menyuruh kita hidup dalam kebenaran. Sebaliknya bisikan kasih kepada diri sendiri sellau menyuruh kita untuk menikmati segala kenikmatan “kedagingan” kita. Itulah tanda apakah kita mendengar Tuhan atau apakah kita mendengar bisikan diri sendiri. Berdoalah hingga Anda masuk ke dalam hadirat-Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s