Cinta Tuhan, Rendah Hati, Jujur, dan Rajin

“issumagijoujungnainermik”: satu kata yang berat!


Kata apa itu? “issumagijoujungnainermik” adalah satu kata dalam bahasa orang Eskimo. Ketika beberapa penginjil Morania mengabarkan Injil kepada bangsa Eskimo, mereka mendapat kesulitan untuk mencari kata dalam bahasa setempat yang berarti “pengampunan”. Akhirnya mereka sampai pada pilihan 24 huruf yang sulit dan panjang ini: issumagijoujungnainermik. Apakah mengampuni memang sesulit, seberat, dan sepanjang kata ini? Padahal, kumpulan huruf yang dahsyat ini diterjemahkan secara harafiaf sebagai “tidak dapat berpikir tentang hal itu lagi”.

Pasti Anda masih ingat perintah Tuhan Yesus dalam Matius 5:39 “… siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu”. Bayangkan ini. Anda berdiri berhadapan dengan seseorang, lalu tamparlah pipi kanannya. Jika Anda tidak kidal, Anda akan menampar dengan tangan kanan Anda. Sedikit kikuk, ya benar. Jika Anda menampar dengan telapak tangan Anda, pasti sedikit kikuk. Coba sekarang bayangkan menampar pipi kanannya dengan punggung tangan Anda. Jauh lebih mudah kan?

Sebenarnya inilah yang Tuhan Yesus maksudkan. Tahukah Anda bahwa menampar dengan punggung tangan, bagi kebudayaan Timur Tengah, bahkan bagi orang Arab hingga sekarang adalah penghinaan yang besar. Itu sama dengan mempermalukan. Dalam tradisi Yahudi, jika Anda melukai seseorang dengan tangan Anda, Anda akan didenda kira-kira 200 dinar. Jika Anda menampar orang dengan punggung tangan, Anda akan didenda 400 dinar.

Tuhan Yesus mengatakan bukan sekedar dilukai Anda harus mengampuni. Bahkan saat Anda dipermalukan, diinjak-injak, reputasi Anda menjadi hancur karenanya, Tuhan Yesus mengatakan ampunilah, kasihilah. Meminjam istilah teman saya, bahkan jika Anda sampai “dikubur dalam-dalam”, kasihilah Dia.

“issumagijoujungnainermik” — tidak dapat berpikir tentang hal itu lagi! Mengampuni berarti meneruskan perjalanan Anda, tidak memikirkan pelanggaran itu lagi. Anda tidak sedang mencari alasan untuk membela orang itu, membenarkan kesalahannya, atau memeluk mereka. Anda hanya mengarahkan pikiran mengenai mereka ke Surga.

“Pengampunan, pada intinya, ialah memilih untuk memandang orang yang menyakiti Anda dengan mata yang berbeda”

Sumber: http://martianuswb.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s