Cinta Tuhan, Rendah Hati, Jujur, dan Rajin

KITA HARUS MEMBANGUN HUBUNGAN-HUBUNGAN YANG BAIK


BAHAN RENUNGAN KELOMPOK KELUARGA ALLAH (KKA) | 28 Maret – 02 April 2011|

Saudara-saudara peserta Kelompok Keluarga Allah (KKA) Gereja Sidang Jemaat Allah “Bukit Sion – Imanuel” Surakarta yang terkasih. Bahan Renungan KKA pada pertemuan hari ini adalah:

“KITA HARUS MEMBANGUN HUBUNGAN-HUBUNGAN YANG BAIK”

Bacaan Kitab Suci diambil dari Imamat 19:18  Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.

Persaudaraan kita di dalam Yesus lebih mahal, lebih penting dari karunia dan pencapaian kita di dalam TUHAN. Sukses kita yang tertutama adalah jika kita dapat tetap bersatu, bersekutu, saling mengasihi, saling mengampuni, saling menerima seorang dengan yang lain, saling mendoakan, saling membantu, saling melengkapi, saling menopang, saling memberkati, dan banyak hal lain lagi yang positif yang dapat kita lakukan seorang dengan yang lain di dalam TUHAN. Kalau kita baca Alkitab tentang mengasihi sesama maka akan terdapat begitu banyak ayat, antara lain: Matius 19:19  hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Matius 22:39  Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Markus 12:31  Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” Lukas 10:27  Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Roma 13:9  Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! Galatia 5:14  Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!” Yakobus 2:8  Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri,” kamu berbuat baik.

Ayat-ayat di atas bersaksi bahwa jika kita mengasihi sesama seperti diri sendiri di dalamnya telah tercakup seluruh Hukum Taurat. Jika Tuhan Yesus Kristus yang berdiam di dalam kita maka Yesus akan selalu membuahkan: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. TETAPI Iblis-dosa-perbuatan daging akan selalu membuahkan: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Harus saya tegaskan kepada kita semua bahwa apa yang disebut perpecahan, pertikaian, permusuhan, ketidak harmonisan, kedengkian, amarah, semua itu berasal dari Iblis.

Lihatlah kedua bagian itu. Jika bagian pertama yang menguasai, memimpin, memerintah hubungan-hubungan kita maka kita berada dalam pimpinan TUHAN. Tetapi jika yang kedua yang menguasai, memimpin, mengarahkan, dan mewarnai hubungan-hubungan kita maka Iblis, dosa, dan keinginan daging telah membelenggu kita. Siapa yang menjadi tuan dalam hidup kita maka pemerintahannyalah yang menguasai kita. Kalau Yesus tuan kita maka pemerintahan-Nya yang penuh damai akan menguasai kita. Yesus adalah Raja Damai, sedangkan Iblis raja pertikaian. Yesus adalah Raja Kasih, sedangkan Iblis adalah raja kebencian. Yesus adalah Raja Pengampunan, sedangkan Iblis adalah raja permusuhan. Yesus adalah Raja Kesucian, sedangkan Iblis adalah raja kenajisan. Yesus adalah Raja Kesabaran, sedangkan Iblis adalah raja kegeraman. Yesus adalah Raja Kemurahan, sedangkan Iblis adalah raja kikir. Yesus adalah Raja Kejujuran, sedangkan Iblis adalah raja kemunafikan.

Jemaat Tuhan yang saya kasihi. Salah satu program utama di GSJA Jawa Tengah yang diputuskan dalam Rapat Daerah awal bulan Maret 2011 yang lalu adalah kita harus membangun hubungan-hubungan. Hubungan-hubungan yang dibasuh oleh darah Yesus. Hubungan-hubungan yang diikat oleh kasih agape. Hubungan-hubungan yang didasarkan atas Firman TUHAN. Kesatuan kita lebih penting dari segala-galanya. Mari kita renungkan dua ayat berikut ini: Matius 18:19  Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Matius 18:20  Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

Marilah kita bersepakat. Marilah kita berkumpul atas nama Yesus, bukan atas kesukaan, selera, atau kepentingan sendiri-sendiri. Marilah kita membangun hubungan-hubungan yang kuat, sehat, dan kudus. Tuhan Yesus akan memberkati dan diam di antara kita, Amin. Selamat ber-KKA, TYM.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s