Cinta Tuhan, Rendah Hati, Jujur, dan Rajin

MENGUTAMAKAN ALLAH


2 Korintus 8:1-5; 5 Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.

Seharusnya demikianlah keputusan setiap orang percaya bahwa kita semua harus mengutamakan Tuhan. – Kegagalan Adam dan Hawa adalah karena mereka mengutamakan diri mereka sendiri. Di Taman Eden ada “Pohon Kehidupn” ada “Pohon-pohon berbiji”, dan memang ada “Pohon Pengetahuan yang baik dan jahat”.  Adam dan Hawa memilih pohon yang dilarang.

Tanda-tanda orang yang mengutamakan Tuhan

1. Dia selalu mendahulukan Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya.

Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

2. Dia tidak kuatir akan hari esok.

Matius 6: 34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.

3. Dengan kerelaan sendiri, ia dapat memberi lebih banyak dari yang diharapkan.

2Korintus 8:5 Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.

Contoh:  Musa. Ibrani 11:24  Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, 25  karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa. 26 Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah. 27  Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan.

Tanda orang yang TIDAK mengutamakan Tuhan.

1. Umumnya kikir atau pelit dan egois. 1Korintus 6:9-11

2. Mengasihi dunia dan mengutamakan keinginan daging. 1Yohanes 2:15-17; 2Timotius 3:1

 

Contoh: Yudas Iskariot. Yohanes 12:5  “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?” 6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

 

Upah bagi yang mengutamakan dan yang tidak mengutamakan TUHAN

Periksalah dalam Lukas 15:11–32, tentang anak yang hilang.

Upah bagi ‘Si Bungsu’ : 22  Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. 23  Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. 24  Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.

Upah Bagi ‘Si Sulung’ : 29  Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. 30  Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia. 31  Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. 32  Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s