Cinta Tuhan, Rendah Hati, Jujur, dan Rajin

KITA HARUS MEMULIAKAN TUHAN DENGAN HARTA KITA


BAHAN RENUNGAN KELOMPOK KELUARGA ALLAH (KKA) | 4-9 April 2011|

Saudara-saudara peserta Kelompok Keluarga Allah (KKA) Gereja Sidang Jemaat Allah “Bukit Sion – Imanuel” Surakarta yang terkasih. Bahan Renungan KKA pada pertemuan hari ini adalah:

“KITA HARUS MEMULIAKAN TUHAN DENGAN HARTA KITA”

Bacaan Kitab Suci diambil dari Amsal 3:9-10 “Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.”

Pergumulan hidup manusia yang paling sentral adalah menyangkut harta. Hampir tidak ada manusia di dunia ini yang tidak memperdulikan harta. Mereka boleh mengabaikan keselamatan, kedamaian, kebahagiaan, kesehatan mereka tetapi tidak akan pernah dapat mengabaikan urusan harta. Bagi banyak orang “harta” kadang-kadang menjelma seolah-olah “tuan” dan kadang-kadang menjelma seolah-olah “sorga”. Harta telah memperbudak banyak orang hingga mereka melupakan segala-galanya.

Dalam kitab-kitab Injil, Yesus mengajarkan banyak perumpamaan kepada murid-murid-Nya, salah satu dari perumpamaan itu adalah perumpamaan tentang seorang penabur. Demikian ditulis dalam kitab Markus 4:1-8. Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu. Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka: “Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat.”

Kemudian Yesus memberitahukan arti perumpamaan itu di ayat 13-20. Demikian ditulis di dalamnya. Lalu Ia berkata kepada mereka: “Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain? Penabur itu menaburkan firman. Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka. Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira, tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad. Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.”

Kalau kita tidak dapat memuliakan Tuhan dengan harta kita maka “kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain” akan masuk dalam pikiran dan hati kita kemudian menghimpit firman itu sehingga ia tidak berbuah. Kalau firman itu tidak berbuah maka kita tidak akan beroleh berkat. Kalau firman itu tidak berbuah maka kita tidak dapat menuai tiga puluh kali lipat, atau enam puluh kali lipat, atau seratus kali lipat. Hanya kalau firman itu berbuah maka kita menuai. Markus 4:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat.” Markus 4:20 Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.”

Yesus berkata dalam kitab Lukas  6:38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” – Banyak orang gagal diberkati Tuhan karena mereka gagal memuliakan Tuhan dengan hartanya. Mereka ingin diberkati Tuhan tetapi tidak ingin melakukan firman Tuhan. Firman Tuhan akan menjadi pengalaman jika kita melakukan. Hiduplah sesuai dengan Firman Tuhan maka engkau akan diberkati-Nya. Tuhan Yesus memberkati!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s