Cinta Tuhan, Rendah Hati, Jujur, dan Rajin

PASKAH


Goresan Pena Gembala | 03 April 2011 |

Kini kita telah tiba di bulan April. Bulan April, umumnya mengingatkan kita akan peristiwa PASKAH. Ada dua makna pentingdari PASKAH yaitu peringatan akan “pengorbanan Yesus” dan peringatan akan “kemenangan Yesus”! Berkaitan dengan itu maka tema kita di bulan April ini adalah “Bertumbuh menjadi seperti Yesus dalam pengorbanan dan kemenangan”!

Puncak pengorbanan Yesus adalah kala Yesus menyerahkan nyawanya secara sukarela sebagai tebusan bagi kita semua. Kitab Yohanes 10:11 berkata demikian: “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;”. Kemudian kitab Yesaya 53 menulis demikian ini; Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan? Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupa pun tidak, sehingga kita menginginkannya. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya. Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.

Kemenangan Yesus adalah kemenangan atas dosa dan kematian. Puncaknya adalah kala Yesus bangkit dari antara orang mati. Rasul Paulus menulis di 1 Korintus 15:55 demikian: “Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?” Sebagai orang percaya kita harus menang atas dosa dan atas kematian. Kita harus menjadi hamba kebenaran. Roma 6:18-19 berkata: “Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan.

Paskah di tahun 2011 ini hendaklah mengingatkan kita kepada dua hal ini: “Kita harus bertumbuh menjadi seperti Yesus dalam pengorbanan-pengorbanan ilahi dan berkemenangan seperti Yesus dalam kemenangan atas dosa dan kematian”! Tuhan memberkati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s